- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Warga Berharap Areal Pelabuhan Dobo Ditata Kembali

Dobo, malukuuodate.com - Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru berharap kawasan pelabuhan Yos Sudarso Dobo, ibu kota Kabupaten setempat dapat ditata dan ditertibkan sehingga menunjang operasional fasilitas perhubungan tersebut.
"Areal pelabuhan sudah harus ditata ulang sehingga lebih rapih dan tidak menghalangi akses masuk keluar penumpang di pelabuhan," ujar sejumlah warga Dobo, saat ditemui media ini, di pelabuhan Yos Sudarso, Dobo, Senin (14/9).
Warga menilai saat ini kondisi pelabuhan Yos Sudarso Dobo sangat semrawut dan tidak tertata dengan baik, terutama peti kemas yang ditumpuk sembarangan hingga memenuhi jalan utama menuju ke dermaga pelabuhan terbesar di kota Dobo itu.
Baca Lainnya :
- Polres Aru Kampanye Pilkada Aman Covid-190
- Gustu MBD Karantina Seluruh Penumpang KM. Sanus 34.0
- Gustu Covid-19 MBD Tidak Manusiawi, Terlantarkan Penumpang KM. Sanus 340
- 40 penumpang KM. Sanus 34 Tujuan Saumlaki Positif Covid-190
- Pemerintah KKT kembali Hentikan Sementara Transportasi Laut Dan Udara0
"Jalan masuk ke dermaga ini semakin sempit karena tertutupi peti kemas atau kontainer yang ditumpuk-tumouk begitu saja, sehingga sangat menggangu calon penumpang yang akan berangkat dengan kapal, karena terpaksa harus melewati lorong2 yang sempit," ujarnya.
Selain mengganggu ketertiban, terutama Embarkasi dan debarkasi penumpang, kondisi tersebut juga membuat pelabuhan menjadi kumuh.
Warga berharap kepala Syahbandar UPP Kelas lll Dobo Amali, selaku pimpinan dapat turun langsung melakukan pengawasan di lapangan sekaligus menertibkan harus dan mengatur penumpukkan peti kemas sehingga area pelabuhan lebih rapih dan tidak menghambat arus keluar masuk penumpang.
Warga juga berharap KSOP dapat segera memfungsikan pintu utama pelabuhan yang telah selesai dikerjakan, sehingga menunjang aktivitasnya.
"Pintu masuk utama menuju pelabuhan sudah selesai dikerjakan beberapa bulan lalu, tetapi sampai sekarang belum difungsikan. Padahal kalau pintu utama ini difungsikan, maka dapat diatur jalur keluar-masuk penumpang yang turun maupun akan berangkat dari pelabuhan ini," ujar warga.
Kepala Syahbandar diminta untuk berkoordinasi dengan Pemkab Kepulauan Aru untuk membuka akses masuk melalui pintu utama yang telah selesai dikerjakan, sehingga proses embarkasi dan debarkasi penumpang maupun barang di pelabuhan tersebut dapat berjalan lebih lancar. (*)











