- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Gustu Covid-19 MBD Tidak Manusiawi, Terlantarkan Penumpang KM. Sanus 34

Tiakur, malukuupdate.com,- Kinerja Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dinilai sejumlah kalangan tidak manusiawi, karena sengaja menelantarkan 34 orang penumpang Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara (Sanus) 34 yang tiba di pelabuhan Kaiwatu, Pulau Moa, pada Kamis (10/9).
Pasalnya, saat tiba di pelabuhan Laut Desa Kaiwatu, para penumpang kemudian diminta naik ke lima unit bus yang disiapkan dan akan membawa mereka ke lokasi karantina terpusat.
Namun saat tiba di Mess Pemda MBD yang dijadikan sebagai lokasi karantina terpusat, ternyata tidak ada satu pun petugas yang disiagakan di mess tersebut.
Para penumpang akhirnya diminta untuk tetap berada di dalam bus yang tidak menggunakan alat pendingin ruangan (AC) lebih dari tiga jam, tanpa sedikit pun diberikan makan atau minum.
Setelah menunggu hampir tiga jam, barulah petugas Gugus Tugas dipimpin Ketua Harian Gustu Covid-19 MBD, Alfonsius Siamiloy tiba di mess pemda untuk menangani para penumpang.
"Seharusnya sudah ada petugas yang disiagakan di mess Pemda sehingga saat kami tiba tidak dibiarkan menunggu begitu lama di dalam bus, tanpa diberi makan dan minum sedikit pun," ujar beberapa penumpang.
Langkah karantina terhadap para penumpang KM. Sanus 34 tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil uji swap terhadap mereka saat kapal tersebut tiba di Saumlaki pada 1 September, pekan lalu, ternyata ada beberapa penumpang lanjutan dengan tujuan MBD dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Para penumpang yang juga pelaku perjalanan dari Kota Ambon tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, yakni yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 10 orang ditempatkan di Mess Pemda, sedangkan sisanya 22 orang yang hasil pemeriksaan sampelnya dinyatakan negatif ditempatkan di SMA Negeri Tiakur. (JW)











