Tidur Di Ruang DPRD Kepulauan Tanimbar Tidak Ada Hasil Warga Pemilik Material Datangi PN Saumlaki C

By REDAKSI 31 Des 2021, 07:50:48 WIB Daerah
Tidur Di Ruang DPRD Kepulauan Tanimbar Tidak Ada Hasil  Warga Pemilik Material Datangi PN Saumlaki C

Saumlaki, malukuupdate.com - Ketika kehabisan cara untuk mencari jalan keluar terkait utang material mereka yang belum terbayar hingga saat ini membuat warga Mendatangi Pihak Pengadilan Negeri Saumlaki Guna Mendapatkan Kepastian terkait hak-hak mereka. 


Dalam pertemuan dengan Ketua Pengadilan Negeri Saumlaki, Sony Hendra Ratisa menjelaskan bahwa Mereka (masyarakat) pemilik material berupa batu dan pasir ini sudah tiga tahun tidak dibayarkan. 

Baca Lainnya :


Mereka juga tidak mengerti tentang hukum sebab beberapa tempat seperti DPRD, Kantor Bupati dan Juga bank maluku/malut sudah mereka datangi namun hingga sekarang tidak mendapatkan jawaban atas keluh kesa mereka


"Untuk itu saya bersama mereka kesini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung bahwa ketika masyarakat kecil yang tidak memiliki biaya, tidak mengerti hukum dapat meminta Pengadilan Negeri setempat guna mendapatkan kepastian Hukum," Tandas Ratisa.


Usai pertemuan tersebut, Kepala pengadilan negeri Saumlaki meminta delegasi untuk dibicarakan dan yang masuk sebagai delegasi adalah warga Desa Lelingluan, Tumbur, dan Seira. 


Salah satu warga yang ditemui usai pertemuan bersama pihak pengadilan mengatakan kalau masyarakat hanya bekerja untuk melunasi hutang kontraktor di Bank.


"Kita sama sekali tidak punya hutang dengan Bank kenapa kita yang mesti dikorbankan," ujar warga tersebut sambil menangis.


Lebih lanjut, kita tahu pihak Bank sudah menyita aset mereka sebagai jaminan kenapa kita masyarakat pemilik material ini harus menanggung akibat dari persoalan ini. 


Kita sudah tiga tahun menanti Pembayaran ini bahkan sudah dua minggu kita tinggal di Saumlaki hanya untuk mendapatkan kepastian kapan material kami dibayarkan. 


Kita tidur di depan ruang paripurna DPRD, kita bolak balik ke Saumlaki biaya yang keluar saja masuk jutaan rupiah namun kami kembali di janjikan saja dan entah kapan kita akan dibayar, kita sudah lapor polisi dan janji bendahara akan membayar namun hingga sekarang tak tahu dimana rimbanya. (AM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment