Dorong UKM ATL Masuk Pasar Digital

By REDAKSI 11 Mar 2022, 08:04:05 WIB Daerah
Dorong UKM ATL Masuk Pasar Digital

Mercy Barends; Kemasan dan Cita Rasa Produk Harus Diperhatikan


Ambon, MalukuUpdate.com

Baca Lainnya :

Dalam rangka mendorong kelompok Usaha Kecil Mikro (UKM)  Merdeka Bergiat di Dusun Tupa, Desa Latuhalat yang memproduksi Abon Taminye Latuhalat (ATL) untuk merambah ke pemasaran produk secara digitalisasi, Anggota DPR RI dari PDIP, Mercy Chriesty Barends mengharapkan agar selain ijin halal dari MUI dan Dinas Kesehatan Kota Ambon, perlu juga diperhatikan kemasan hingga cita rasa produksi.

"Pemasaran produk secara digital selain ijin halal dari MUI dan Dinas Kesehatan Kota Ambon, kemasan produk hingga cita rasa sangatlah penting sehingga, penampilan produk harus dibuat sebagus dan semenarik mungkin agar dapat menarik minat beli dari konsumen," ujar Mercy saat melakukan tugas resesnya, Kamis (10/2).


Menurutnya, sebagai kelompok usaha yang baru terbentuk, mereka perlu menentukan strategi pemasaran yang tepat, sehingga produk yang dihasilkan dapat diminati masyarakat baik di kota Ambon, Maluku maupun secara nasional.

" Strategi pemasaran perlu dimiliki oleh kelompok UKM ATL dalam rangka mempromosikan produk mereka sehingga bukan saja target konsumen lokal yang didapat namun juga sampai ke level nasional," ungkapnya.

Olehnya, persiapan produk dari kacamata pemasaran harus diperhatikan secara detail.Salah satunya adalah kemasan produk.

"Faktor kemasan dan cita rasa  juga dapat mempengaruhi harga produksi yang ditawarkan kepada konsumen," jelasnya.

Untuk itu, Mercy berharap, UKM ATL dapat menyiapkan tenaga khusus yang bertanggungjawab untuk mempromosikan abon hasil produksi melalui platform digital, terutama memanfaatkan keberadaan dan jaringan luas media sosial seperti instagram, facebook, whatsApp maupun lainndiganggu bertujuan meningkatkan pemasarannya.

Dirinya juga berjanji bakal membantu mempromosikan produksi abon yang diolah menggunakan bahan daging ikan cakalang atau tenggiri yang dicampurkan dengan "tai minyak" atau ampas gorengan kelapa sangrai yang sudah dipisahkan minyaknya, kepada para koleganya.

"Produk abon ini nantinya akan saya promosikan kepada para kolega saya di pusat nanti," janji Mercy.

Mercy juga berharap Pemerintah daerah dapat memperhatikan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai dari hulu hingga hilir, sehingga usahanya berkembang dan maju. 

"Sebaiknya UKM bukan saja di beri bantuan tetapi harus dilakukan pengawasan dan pendampingan sehingga usaha kelompok tersebut dapat berkembang," pinta Mercy.

Diketahui, kelompok yang terdiri dari para ibu rumah tangga ini memproduksi abon dengan tiga varian rasa dan dikemas dalam kemasan 100 gram seharga Rp35.000.(**)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment