Bupati Petrus Fatlolon Bantah Terjadi Kekosongan Obat di RSUD Magretti

By Redaksi 27 Okt 2020, 12:47:22 WIB Daerah
Bupati Petrus Fatlolon Bantah Terjadi Kekosongan Obat di RSUD Magretti

Saumlaki, malukuupdate.com,-Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon membantah pemberitaan sejumlah media bahwa terjadi kekosongan obat di RSUD P.P. Magretti Saumlaki. 

"Yang benar adalah stok obat-obatan mengalami kekurangan dan harus segera ditindaklanjuti," tegas Bupati Petrus dalam keterangan pers kepada wartawan di Saumlaki, Selasa (27/10).

Menurut Bupati yang didampingi Penjabat Sekda Ruben B. Moriolkossu dan pimpinan SKPD terkait, obat yang mengalami kekurangan misalnya antibiotik, di mana jenis obat antibiotik tertentu mengalami kekurangan. Tetapi bukan berarti tidak ada lagi obat antibiotik.

Baca Lainnya :

Kendati mengalami kekurangan obat, namun pperasional RSUD Magretti tetap berjalan dengan baik termasuk pelayanan pengobatan kepada masyarakat.

Selain obat-obatan RSUD tersebut juga memiliki hutang kepada belasan kontraktor atau pihak ketiga (bukan puluhan seperti yang diberitakan). Tunggakkan sejak tahun 2016 itu memang belum dibayarkan hingga saat ini.

"Tungakan ini terjadi sebagai akibat aspek administrasi yang tidak dipersiapkan secara baik untuk melakukan pembayaran, padahal dari tahun ke tahun anggaran tetap tersedia," ujar Bupati.

Terkait hal ini, Pemkab Kepulauan Tanimbar berkomitmen menyediakan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih dari APBD Perubahan yang akan disahkan dalam waktu dekat, untuk melunasi seluruh hutang pihak ketiga, terutama yang berkaitan dengan pengadaan obat dan barang habis pakai.

Selain itu, menurut Bupati persoalan lain yang melilit RSUD Magretti yakni kebutuhan oksigen yang terbatas karena mesinnya mengalami kerusakan. 

"Tetapi pihak rumah sakit telah memesan dan saat ini sedang dalam proses pengiriman. Diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama barangnya sudah tiba sehingga dapat memenuhi kebutuhan oksigen di RSUD Magretti," tandas Petrus.

Selain berbagai hal diatas, Bupati Petrus juga menegaskan akan hal lain yang dirasa sangat penting terkait pengembangan dan pelayanan RSUD Magretti yakni manajenen rumah sakit tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 

"Artinya tidak ada penurunan kualitas pelayanan di RSUD. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama baik pemerintah daerah, manajemen rumah sakit dan semua stakeholder terhadap pelayanan kesehatan di daerah ini. Diharapkan, agar pelayanan kepada masyarakat terus kita tingkatkan," katanya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment