- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Rovik Minta Pemprov Maluku Transparan Informasi Covid-19

Ambon, MalukuUpdate.com
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifuddin meminta agar pemerintah baik Provinsi Maluku maupun Kota Ambon untuk selalu terbuka menyampaikan informasi Covid-19, sehingga dapat diketahui oleh masyarakat.
Baca Lainnya :
- DPRD Maluku Dukung Pelaksanaan UKG & PPG Untuk Guru yang belum Sertifikasi0
- Penegakan Hukum di Tanimbar \"Mati Suri\" 0
- Empat Dokter. 19 Nakes Dinyatakan Positif Covid 19 Puskesmas Saumlaki Ditutup Sementara0
- Polres KKT Laksanakan Sertijab Dua Kapolsek dan Kasat Tahti 0
- DPRD SBB Sikapi Penolakan Masuknya Minimarket Modern0
"Informasi ini harus bersifat transparan, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya besar di publik, terkait data Covid-19," ujar Rovik
Olehnya, Ia berharap, pemerintah khususnya Pemda Maluku dan Kota Ambon untuk terbuka mengenai informasi Covid-19 ini. Karena, bukan soal level tetapi informasinya tidak diketahui publik, maka juga akan berpengaruh pada aktivitas masyarakat.
Menurutnya, sejak awal Pemkot Ambon seharusnya mensosialisasikan varian Omicron, agar diketahui oleh masyarakat.
“Mereka harus bisa menjelaskan, apa itu omicron, bagaimana cara penularannya, bagaimana mengobatinya, bagaimana cara mengantisipasinya, agar bisa diketahui masyarakat,” ungkapnya.
Padahal, tambahnya, ada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi hingga tahap kedua tetapi ketika mengikuti PCR hasilnya positif. Tentunya ini akan membentuk herd immunity.
Jika demikian, semestinya Kota Ambon ada dalam kondisi yang lebih baik.
Saat ini, lanjutnya, masyarakat Kota Ambon sudah mulai bangkit dari keterpurukan pasca Covid-19 muncul, demikian pula dengan sektor ekonomi.
“Yang saya takutkan, jangan sampai kebijakan PPKM, akan kembali menurunkan kesadaran warga. Tidak perlu lagi adanya pembatasan kegiatan. Masyarakat silahkan beraktivitas, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya. (**)











