- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Pangdam Pattimura : Perbedaan Harus Jadi Kekuatan Bukan Untuk Perpecahan

Tual,malukuupadate.com - Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Jefry. A. Rahawarin menegaskan, jangan jadikan perbedaan sebagai sumber pemecahan tetapi kita harus melakukan perbedaan menjadi kekuatan yang saling melengkapi serta menutupi kekurangan satu dengan yang lain.
"Daerah kita ini akan mengalami kemajuan kedepan dan apabila kita sama sama bergandeng tangan dalam satu ikatan yang lebih kuat dalam tantanan bahasa Kei Ain INi Ain (Satu untuk semua dan saling menolong serta saling mendukung dan kita saling membutuhkan)," pesan Pangdam di Tual, Rabu.
Hal itu dikatakan putra terbaik dari desa Dullah Laut kecamatan Dullah Utara Kota Tual saat bertatap muka dengan Forkopimda tokoh Agama, tokoh Adat, tokoh masyarakat serta seluruh jajaran pemerintah kota Tual.
Baca Lainnya :
- Bupati Petrus Fatlolon Menghimbau Kepada Seluru Masyarakat Agar Selalu Berdoa Untuk Perjuangan Kami 0
- Pasangan Bupati-Wabub Terpilih Merasa Kehilangan Boyke Lesnussa0
- Safsafubun Kupas Penyalagunaan Dana Covid 19 di Kantor DPRD Malra0
- Terkait Pembangunan Jalan Mako-Kayeli0
- AKP Teddy Jabat Kabag Ops Polresta Ambon, AKP Syahrul Jadi Wakapolres Tual4
Putra terbaik kei Rahawarin mengaku bahwa pesan leluhur kita orang kei selaras dengan prinsip kerja slaku Pangdam Pattimura XVl sekaligus bekerja dengan hati yang tulus,kasih dan saling mempererat dalam silaturahmi.
Lanjut Rahawarin bahwa pesan ini sama pula falsafah dengan kita Orang Maluku. Ale rasa Beta juga rasa. Potong di kuku rasa di daging dan sagu salempeng di patah dua.
Menurut Pangdam, kepulauan Kei ini memiliki sejarah yang paling penting dalam masa perjuangan bangsa indonesia, karna dalam dalam perjuangan untuk merebut Irian Barat pada saat itu panglima Mandala Oprasi Mayjen Soerharto.
Dan sekarang tantangan yang di hadapi bangsa dan negara kita saat sangat sangat berat dan ini juga jadi tanggung jawab pemerintah,tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama.
Rahawarin juga berharap agar generasi kita penerus dengan tantangan yang berbeda ini harus satu untuk dapat menghadapi semua tantangan tersebut seperti yang di tunjukan oleh para pendahulu dari berbagai elemen sekaligus kembali bersatu untuk dapat merebut kemerdekaan.
Selain itu juga Rahawarin mengucapkan ribuan terima kasih kepada pemerintah kota Tual dan seluruh elemen masyarakat yang penuh keikhlasan serta persaudaraan sekaligus menerima kunjungan saya serta rombongan ke Bumi Maren Kota Tual kota pujaanku.
Selain itu juga Wakil wali Kota Tual Usman Tamnge SE atas nama pemerintah kota Tual serta masyarakat Evav Tual mengucapkan selamat datang Putra terbaik Evav. sebagai Pangdam Pattimura XVl Mayjen Jefry.A. Rahawarin serta rombongan di kota Maren Tual.
"Meskipun kami tidak sempat hadir pada acara setijab Pangdam Pattimura, namun sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Agus Rohman dan seluruh jajaranya yang telah ikut mendukung serta mendorong stabilitas keamanan di propinsi Maluku dan lebih khusus Kota Tual
Lanjut wakil wali kota Tual bahwa terkait dengan stabilitas untuk keamanan itu sangat penting untuk dapat perlindungan serta pertahanan karna secara geografis itu kota Tual berada pada zona kawasan bebas yang menyimpan potensi potensi sumber daya alam serta kekayaan budaya Indonesia yang sewaktu waktu akan dapat di ganggu oleh negara tetangga. (*)











