- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Menhub Serahkan KMP Bahtera Nusantara 02 Kepada Gubernur Maluku

Ambon, malukuupdate.com,-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan secara resmi pengoperasian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 02 kepada Pemerintah provinsi Maluku.
Penyerahan dokumen kapal dilakukan langsung oleh Menhub Budi Karya kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail, di Hotel Mulia Jakarta, Rabu.
KMP jenis roll on-roll (Roro) berbobot 1.500 gross ton (GT) tersebut saat ini sementara berada di galangan kapal PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya, Jawa Timur, perusahaan yang dipercayakan penangani pembangunannya.
Baca Lainnya :
- Pemda MBD Bantah Tunda Keberangkatan KM Cantika Lestari 99 0
- DPRD Maluku Gelar Bimtek Keprotokoleran0
- Pemkab KKT Mulai Bangun Puskesmas Afirmasi Lorulun 0
- Lima Perwira Polres Pulau Buru Dimutasi0
- WTP Jadi Kado Istimewa di HUT ke-12 Kabupaten MBD0
"KMP Bahtera Nusantara 02 sudah bisa dibawa ke Maluku untuk dioperasikan. Pemprov Maluku hanya perlu berkoodinasi dengan pihak galangan kapal saja," kata Menhub Budi Karya.
Menteri berharap pengoperasian KMP Bahtera Nusantara 02 yang pengelolaannya dipercayakan kepada PD Panca Karya, akan berdampak mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya aksesibilitas di Kepulauan Maluku.
"Kami berharap kehadiran KMP berkapasitas 1.500 GT berdampak mendorong kelancaran ekonomi, distribusi logistik serta pengembangan pulau-pulau dan daerah sekitarnya," tandasnya.
Menteri Budi karya berharap manajemen pengelolaannya oleh PD Panca Karya lebih profesional sehingga memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pembangunan, terutama sektor perhubungan di Maluku.
"Saya berharap pengoperasiannya dilakukan secara profesional. Jangan sampai mangkrak atau tidak beroperasi seperti beberapa kapal feri yang pengoperasiannya ditangani BUMD di beberapa kabupaten di Maluku," tegas Menhub.
Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Pusat, terutama menteri Perhubungan yang telah menepati janjinya menyerahkan kapal berukuran besar untuk memperkuat armada perhubungan di Maluku.
Dia menyatakan, Maluku membutuhkan banyak kapal motor penyeberangan untuk melayani transportasi antarapulau, mengingat karakteristik geografis Maluku yang terdiri dari 1340 buah pulau.
Murad yang didampingi Direktur PD. Panca Karya Rusdy Ambon mengatakan, pengoperasian kapal roro tersebut sangat strategis untuk mendukung akses penyeberangan di Maluku yang 92,4 persen dari luas wilayah 712.480 Km persegi merupakan laut.
"Pemberian kapal feri ini sangat membantu kami terutama dalam membuka akses perhubungan antarpulau. Kami masih butuh beberapa kapal lagi tapi sementara ini sudah membantu kebutuhan akses penyeberangan di wilayah Maluku," katanya.
Direktur PD Panca Karya, Rusdy Ambon mengatakan, kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02 akan dimanfaatkan mendukung pelayanan penyebarangan di Maluku. "Pelayanan penyeberangan di Maluku membutuhkan armada berkapasitas besar karena dihadapkan dengan kondisi cuaca ekstrem," tandasnya.
KMP Bahtera Nusantara 02 memiliki kapasitas angkut 400 orang dan 29 unit kendaraan campuran (19 unit truk besar dan 10 unit kendaraan) dengan kecepatan percobaan 16 knot per jam.
KMP yang dibangun oleh PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard itu menggunakan dana APBN tahun anggaran 2018-2019 sebesar Rp90 miliar dengan waktu pekerjaan selama 22 bulan.
"Kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02 diharapkan mendukung pengembangan sektor pariwisata maupun kelautan dan perikanan di Maluku, disamping akses barang dan orang antarpulau di Maluku," tandas Rusdy. (*)











