- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Lemahkan Elektabilitas, Bupati Fatlolon Diminta Copot Sekretaris Dispen KKT dan kabid Pendidikan SMP
Penempatan kepsek-Kepsek di Setiap Kecamatan Amburadul

Saumlaki, NM - Bupati Kabupaten kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus fatlolon diminta untuk segera mencopot, Cristian Fatlolon yang adalah sekertaris Dinas Pendidikan dan Kabid Pendidikan SMP, Ulis Batlayeri dari jabatan mereka.
Pasalnya, berdasarkan informasi dari sejumlah masyarakat mengatakan, penempatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk jabatan Kepala Sekolah di kecamatan-kecamatan diduga sarat akan tindakan KKN oleh oknum-oknum pejabat di Dispen.
"katong hati seng susah bagemana kalau kepsek itu dia punya sifatnya pemabuk dan malas masuk kantor," ujar beberapa masyarakat yang enggan namanya dikorankan.
Baca Lainnya :
- Turut Peringati HUT TNI, Kapolres Aru Datangi Markas Koramil0
- Jaringan Internet Di Pulau Seira Mengecewakan0
- Tim Asistensi Polda Maluku Kunjungi Bawaslu Kepuauan Aru0
- Pjs Bupati Kepulauan Aru jalankan Pemerintahan0
- Proyek Fisik Puluhan Miliar Di KKT Tidak Rampung Dan Amburadul Kontraktor Iqbal, Kabur Kantor Tertut0
Menurut mereka, penempatan kepsek SMP di seluruh kecamatan merupakan tanggung jawab dan wewenang dari Ulis Batlayeri selaku kepala Bidang Pendidikan SMP namun dinilai asal-asalan dan sarat akan dugaan penyuapan.
"Menempatkan seorang pemimpin di lembaga pendidikan haruslah benar-benar sosok yang merupakan teladan serta beribawa dan dapat menjadi panutan oleh para siswa maupun siswi, bukannya orang yang bermental suka miras maupun malas berkantor," ungkap mereka.
Mereka juga menilai, sebaiknya penempatan para kepsek ada baiknya kabid Pendidikan SMP meminta pertimbangan maupun masukan dari para Camat ataupun Korwil setempat apakah yang bersangkutan layak atau tidak ditempatkan menjadi kepsek di daerah tersebut.
Selain masyarakat, sumber NM lainnya yang enggan dikorankan namanya juga menyebutkan bahwa, oknum Sekretaris Dinas Pendidikan KKT, Cristian fatlolon sering kali diduga melakukan pemalakan terhadap para kontraktor yang memegang proyek Dinas Pendidikan.
"Seharusnya, Bupati harus segera mengambil sikap mencopot kedua orang tersebut karena perbuatan dan ulah mereka sudah sangat meresahkan dan dipastikan menurunkan elektabilitas Bupati khususnya di KKT," kata sumber.
Ia juga menambahkan, kebiasan yang dilakukan oleh Cristian yang sering malak bisa saja terjadi dilakukan kepada seluruh guru di KKT.
Sebelumnya juga, NM telah memuat berita terkait dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) "KF" diduga kuat sering menggunakan kekuasaannya "memalak" para Kepala Sekolah (Kepsek) yang bertugas di kabupaten tersebut demi memperkaya dirinya sendiri.
Aksi meminta 'jatah' Sekretaris Dinas Pendidikan akhir-akhir ini mulai menimbulkan keresahan di kalangan para Kepsek, baik yang masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt) maupun yang sudah devinitif.
Sejumlah Kepsek kepada media ini mengeluh mereka sering diminta memberikan sejumlah uang oleh KF dengan dalih sebagai bentuk kompensasi atau imbalan kepada KF, karena telah membantu proses penerbitan SK pengangkatan mereka sebagai kepsek.
Beberapa Kepsek yang menjadi korban mengaku gerah dan terganggu dengan aksi "memalak" yang dilakukan KF, karena tindakan tidak bermoral itu itu bukan sekali saja, tetapi berkali-kali.
"Bahkan baru-baru ini kami para Kepsek diminta mengumpulkan uang untuk biaya perayaan ulang tahun KF pada 9 Mei 2020. Ini kan sudah tidak bisa dibenarkan," ujar sejumlah Kepsek.
Mereka mengaku permintaan mengumpulkan uang untuk perayaan ulang tahun KF tersebut, dilakukan melalui Kepala UPTBS Dinas Pendidikan di masing-masing kecamatan.
Beberapa kepsek juga mengaku sudah berulang kali dimintai uang pulsa oleh KF, dan mereka tidak berdaya untuk menolaknya.
Informasi yang diperoleh media ini, aksi tidak bermoral yang dilakukan KF itu juga ternyata ikut ditiru oleh sejumlah Kepala Bidang di Dinas pendidikan KKT.
KF yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan Bupati KKT Petrus Fatlolon, sebelumnya bertugas sebagai pegawai di Kantor Agama (pegawai vertikal) karena latar belakang pendidikannya sebagai sarjana Filsafat (S.Fil).
Namun KF kemudian ditarik dan dilantik sebagai Sekretaris pada Dinas Sosial KKT. Ia bertugas di Dinas Sosial hampir setahun, kemudian dimutasi sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan KKT hampir mencapai setahun. (*)











