- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Proyek Fisik Puluhan Miliar Di KKT Tidak Rampung Dan Amburadul Kontraktor Iqbal, Kabur Kantor Tertut

Saumlaki, malukuupdate.com - Sepak terjang Iqbal, seorang kontraktor asal Makassar yang selama ini dikenal menangani proyek-proyek fisik di kawasan Timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ternyata menyimpan banyak potensi persoalan.
Bukan saja soal urusan pengambilan matrial berupa semen dari sebuah toko bangunan milik Aristo di Saumlaki senilai Rp300 juta yang sampai saat ini belum dibayarkan, Iqbal juga diketahui menangani sejumlah proyek fisik di Saumlaki yang hingga kini masih terlantar alias tidak rampung.
Sejumlah sumber di Saumlaki kepada media ini, Senin, mengakui kalau sejak tahun 2018 dan 2019 lalu, Iqbal yang bergerilya menggunakan kekuatan pejabat tertentu di daerah itu mendapatkan banyak proyek fisik yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Sumber menjelaskan, proyek fisik yang ditangani Iqbal antara lain berupa proyek air bersih Yamdasa senilai Rp2 miliar dari DAK Afirmasi baru 80 persen, jalan Sera-Urangar, jalan Sera-Urahar, pekerjaan Taman Kota jilid II (Cipta Karya), drainase di jalan Kota Saumlaki, jalan di trans Yaru panjang 3,200 km namun yang selesai hanya 2 Km.
"Untuk pengerjaan jalan trans Yaru, uang proyeknya diduga sudah cair 60 persen namun pekerjaannya terbengkalai sampai sekarang. Belum lagi pekerjaan drainase dan jalan masuk dekat danau serta jalan di Sera, kecamatan Wermaktian, belum lagi proyek gapura di depan bandara yang mangkrak sampai hari ini," beber sumber.
Jadi selama tahun 2018 dan 2019, proyek-proyek fisik di Saumlaki yang ditangani Iqbal mencapai miliaran rupiah dan belum satu pun yang sempurna seperti taman kota jilid II.
Diduga, Iqbal saat ini berada di Makasar tetapi dia mendirikan PT. Surya Nusantara Selatan dengan menggunakan nama orang lain sebagai direkturnya namun ketika polisi mencarinya, kantor tersebut dalam keadaan tertutup.
"Polisi mencarinya sebab ada pengusaha yang telah membuat laporan polisi," akui sumber.
Sementara Kepala Dinas Binamarga KKT, Damianus Lamere saat dikonfirmasi mengaku baru dilantik menggantikan pejabat lama Poly Matitaputty, namun dia berjanji akan melihat total anggaran proyek yang ditangani Iqbal. (*)











