Kondisi Kesehatan Tiga Pasien Covid-19 di Tanimbar Membaik

By Redaksi 13 Nov 2020, 14:27:06 WIB Kesehatan
Kondisi Kesehatan Tiga Pasien Covid-19 di Tanimbar Membaik

Saumlaki, malukuupdate.com - Kondisi kesehatan tiga pasien yang dinyatakan positif terinveksi Covid-19 dan sedang menjalani perawatan di RSUD dr. PP Magrety Kabupaten Kepulauan Tanimbar dinyatakan terus membaik, terutama pasien JY (70) yang dirawat dengan penyakit penyerta.

Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar dr.Edwin Tomasoa, yang dikonfirmasi, Kamis (12/11) membenarkan kondisi kesehatan pasien JY, menunjukan kemajuan. 

"Saat ini petugas kesehatan fokus untuk mengobati penyakit penyerta pasien JY. Gejala Covid-19 yang menurut hasil swab Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon, gejalanya semakin berkurang," katanya.

Baca Lainnya :

Sedangkan dua pasien lain yakni RL (31) dan WSM (35) juga dalam kondisi tidak menunjukan gejala Corona. Keduanya tidak menunjukan penyakit penyerta lain, meskipun hasil swabnya dinyatakan positif. 

"Kedua pasien ini juga dirawat mandiri serta diisolasi di rumah sakit," katanya.

Ditanya hasil tracking terhadap keluarga para pasien, Edwin Tomasoa mengaku hasilnya tracking belum keluar. 

Saat ini petugas kesehatan masih melakukan tracking di beberapa titik. Memang ada tantangan cukup berat bagi petugas kesehatan yang melakukan tracking, seperti seperti di Desa Sifnana, dimana petugas dikejar dengan menggunakan alat tajam jenis parang, katanya.

"Untuk kondisi seperti ini kami memilih untuk menghindar dari amukan masa. Makanya petugas diarahkan untuk melakukan tracking ke titik lainnya yakni kawasan perumahan BTN di Saumlaki dan Desa Latdalam," tandasnya. 

Sedangkan Deni Darling Refwalu yang merupakan keluarga dari pasien JY mengungkapkan kekecewaannya terhadap Satgas Covid yang melakukan tracking di Desa Latdam, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Upaya trancking yang dilakukan dengan mendatangkan tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap berdampak menimbulkan kepanikkan bagi warga setempat.

"Seharusnya petugas dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna menyiapkan warga untuk ditracking serta penyemprotan untuk mencegah penyebaran virus ini, dan bukan dilakukan secara sepihak," katanya.

Namun yang terjadi petugas langsung datang dengan mobil ambulance lalu melakukan penyemprotan dari depan desa hingga seluruh rumah warga. 

"Kami memaklumi tugas petugas kesehatan. Tetapi paling tidak harus ada koordinasi dengan pemerntah desa untuk siapkan mental warga bahwa akan ada penyemprotan. Kami juga sangat menghormati tugas dari para tenaga kesehatan ini," tandasnya. 

Apalagi menurut yang juga anggota DPRD dsri frakse Demokrat ini, pasien JY yang merupakan orang tuanya selama sakit tidak pernah tinggak di Desa Latdalam, tetapi di Saumlaki, sehingga jika harus trancking ke Desa Latdalam, dinilainya terlalu berlebihan.

"Kemarin kita pihak keluarga juga telah meminta untuk mendatangkan tenaga kesehatan dari provinsi untuk melakukan Swab ulang. Jujur saja secara psikologis kami pihak keluarga sangat tergangu dengan berbagai hal yang dilakukan tim Satgas," tandas Refwalu. (AM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment