- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Bupati KKT Letak Batu Pertama Puskesmas Afirmasi Waturu

Saumlaki - MalukuUpdate.com, Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Puskesmas Afirmasi di Desa Waturu, Kecamatan Nirunmas, pada Sabtu (22/8).
Pembangunan Puskesmas Afirmasi tersebut dibangun dengan anggaran Rp12 miliar lebih, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, memiliki luas bangunan 839,04 meter persegi, serta dilengkapi fasilitas rumah dinas seluas 373 meter persegi, termasuk alat kesehatan (alkes) dan instalasi buangan air limbah.
Peletakkan batu pertama Puskesmas tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Bupati Petrus Fatlolon ke kecamatan Nirunmas dan didampingi Anggota DPRD KKT, Penjabat Sekda Ruben B. Moriolkossu, para asisten dan pimpinan SKPD terkait.
Baca Lainnya :
- Bupati Fatlolon Lantik Lukas Luturmas jadi Kepala Puskesmas Tutukembong0
- Pangdam Pattimura Minta TNI - Polri Solid0
- Pembahasan LPJ Gubernur Tahun 2019 Diharapkan Selesai Sebelum Masa Reses0
- Sejak Covid-19, TK Savana Jaya Terapkan Belajar Di Rumah 0
- Sekretaris Dinas Pendidikan KKT Diduga Kuat Suka Palak Kepsek1
Menurut Bupati, pembangunan Puskesmas Waturu yang dilengkapi fasilitas pendukung, merupakan jawaban aspirasi masyarakat setempat yang disampaikan beberapa tahun lalu.
"Puskesmas ini nantinya merupakan fasilitas kesehatan terlengkap. Karena itu semua pihak diminta untuk menjaga, merawat dan memelihara fasilitas ini jika telah selesai dibangun," katanya.
Fatlolon berharap, pembangunan Puskesmas yang menelan biaya lebih dari Rp12 miliar, harus didukung penuh seluruh lapisan masyarakat agar pekerjaannya berjalan dengan baik, lancar dan berkualitas serta selesai tepat waktu, sehingga keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tuan tanah, Soa, Marga yang telah memberikan lahan untuk pembangunan fasilitas Kesehatan ini. Kalian adalah pahlawan yang telah ikut serta membantu pemerintah daerah menunjang pelayanan dasar bidang kesehatan,” tutur Bupati.
Dia juga berharap dengan dibangunnya puskemas Waturu serta dilantiknya Kepala Puskesmas Tutukembong, warga kedua desa (Tutukembong dan Waturu) tidak lagi bertikai dan tidak mudah terprovokasi informasi dan isu menyesatkan yang dihembuskan oknum-oknum tidak bertanggung jawab, serta sebaliknya menjadi desa saudara.
“Katong basodara (kita bersaudara), katong satu gereja, katong satu orang Tanimbar, katong hidup bae-bae (baik-baik). Jang (jangan) karena batas tanah, katong bakalai (berkelahi), jang hanya karena Puskesmas katong bakalai,” tandas Bupati.
Masyarakat kedua desa diminta mempererat hubungan kekeluargaan tanpa mempermasalahkan batas desa. Bila ada persoalan tentang batas desa, akan diselesaikan oleh Camat yang berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil serta tokoh agama dan pemerintah desa.
Jika dalam koordinasi tidak ada kata sepakat, maka terbuka kemungkinan lahan yang
Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Puskesmas Afirmasi di Desa Waturu, Kecamatan Nirunmas, pada Sabtu (22/8).
Pembangunan Puskesmas Afirmasi tersebut dibangun dengan anggaran Rp12 miliar lebih, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, memiliki luas bangunan 839,04 meter persegi, serta dilengkapi fasilitas rumah dinas seluas 373 meter persegi, termasuk alat kesehatan (alkes) dan instalasi buangan air limbah.
Peletakkan batu pertama Puskesmas tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Bupati Petrus Fatlolon ke kecamatan Nirunmas dan didampingi Anggota DPRD KKT, Penjabat Sekda Ruben B. Moriolkossu, para asisten dan pimpinan SKPD terkait.
Menurut Bupati, pembangunan Puskesmas Waturu yang dilengkapi fasilitas pendukung, merupakan jawaban aspirasi masyarakat setempat yang disampaikan beberapa tahun lalu.
"Puskesmas ini nantinya merupakan fasilitas kesehatan terlengkap. Karena itu semua pihak diminta untuk menjaga, merawat dan memelihara fasilitas ini jika telah selesai dibangun," katanya.
Fatlolon berharap, pembangunan Puskesmas yang menelan biaya lebih dari Rp12 miliar, harus didukung penuh seluruh lapisan masyarakat agar pekerjaannya berjalan dengan baik, lancar dan berkualitas serta selesai tepat waktu, sehingga keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tuan tanah, Soa, Marga yang telah memberikan lahan untuk pembangunan fasilitas Kesehatan ini. Kalian adalah pahlawan yang telah ikut serta membantu pemerintah daerah menunjang pelayanan dasar bidang kesehatan,” tutur Bupati.
Dia juga berharap dengan dibangunnya puskemas Waturu serta dilantiknya Kepala Puskesmas Tutukembong, warga kedua desa (Tutukembong dan Waturu) tidak lagi bertikai dan tidak mudah terprovokasi informasi dan isu menyesatkan yang dihembuskan oknum-oknum tidak bertanggung jawab, serta sebaliknya menjadi desa saudara.
“Katong basodara (kita bersaudara), katong satu gereja, katong satu orang Tanimbar, katong hidup bae-bae (baik-baik). Jang (jangan) karena batas tanah, katong bakalai (berkelahi), jang hanya karena Puskesmas katong bakalai,” tandas Bupati.
Masyarakat kedua desa diminta mempererat hubungan kekeluargaan tanpa mempermasalahkan batas desa. Bila ada persoalan tentang batas desa, akan diselesaikan oleh Camat yang berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil serta tokoh agama dan pemerintah desa.
Jika dalam koordinasi tidak ada kata sepakat, maka terbuka kemungkinan lahan yang disengketakan itu diambilalih oleh pemerintah dan dijadikan aset daerah. Lahan yang disita bisa dijadikan hutan lindung atau lahan percontohan pertanian.
“Saya berharap masyarakat di semua desa di Kepulauan Tanimbar tidak lagi berkelahi hanya karena batas tanah, karena sejatinya kita bersaudara. Mari kita pupuk persaudaraan, kerukunan dan persatuan sebagai anak adat. (*)











