- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Sejak Covid-19, TK Savana Jaya Terapkan Belajar Di Rumah

Namlea, malukuupdate.com,- Terhitung empat bulan paska merebaknya pandemi Covid-19, dewan guru Taman Kanak-Kanak Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru menerapkan sistem belajar di rumah bagi anak-anak.
"Sejak Covid-19 semua siswa TK belajar di rumah masing-masing. Dalam sehari ada delapan kelompok belajar yang terbagi dalam dua sift belajar," kata Kepala TK Savana Jaya, Siti Sundari, kepada wartawan, Rabu (26/8).
Kebijakan belajar dari rumah bagi siswa-siswa TK tersebut untuk menghindari kemungkinan mereka terpapar pandemi Covid-19.
Baca Lainnya :
- Sekretaris Dinas Pendidikan KKT Diduga Kuat Suka Palak Kepsek1
- Bhabinkamtibmas Sathean Dapat Bantuan Satu Karung Bibit Ubi Kayu0
- Benhur Watubun Bakal Dilantik Menjadi Anggota DPRD Provinsi Maluku Selasa Besok0
- Polres MBD Amankan Dua Ton Minyak Ilegal dan Ratusan Liter Miras0
- AKBP Ricky Purnama Serahkan Tugas Kapolres Buru Kepada AKBP Egia0
Dia mengatakan, terdapat delapan kelompok belajar di TK tersebut. Setiap kelompok terdiri dari 6-7 anak. Empat kelompok mulai belajar pada pagi hari pukul 08.00 WIt hingga 09.00 WIT, sedangkan kelompok lain belajar dari pukul 09.00 WIT hingga 10.00 WIT.
Dia mengakui, sejak awal merebaknya virus Covid-19 di Pulau Buru, orang tua dan wali murid mengeluh anak mereka tidak bisa mengikuti pendidikan, sehingga akhirnya ditempuh kebijakan membentuk kelompok belajar di rumah.
Sedikitnya 65 orang siswa TK yang terdaftar mengikuti belajar mengajar. Mereka dilayani lima orang guru, dua diantaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan tiga lainnya honorer.
Di TK tersebut hanya terdapat dua ruang rombongan belajar (rombel) serta satu unit kantor. Jumlah ruang tersebut tidak mampu menampung seluruh siswa TK yang semakin meningkat.
"Karena itu berdasarkan kesepakatan pihak sekolah bersama orang tua murid maka dibangun dua rombel darurat dengan kostruksi kayu dan tripleks, secara swadaya. (AK)











