Kapolres SBB Tegaskan, Arus Lintas Tiga Kabupaten Kembali Normal

By REDAKSI 09 Mei 2023, 13:07:31 WIB Daerah
Kapolres SBB Tegaskan, Arus Lintas Tiga Kabupaten Kembali Normal


Piru, malukuupdate.com, Arus lalu lintas yang menghubungkan tiga Kabupaten yakni Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah, dan Seram Bagian Timur (SBT) yang sempat tertutup selama beberapa jam. akibat aksi blokade oleh warga Desa Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat akhirnya dibuka, dan arus lalu lintas kembali normal.


Baca Lainnya :

Aksi blokade jalan yang terjadi sejak Minggu pagi itu, sebagai bentuk protes terhadap aksi penganiyaan salah satu tokoh agama HT alias Hein, yang dilakukan oleh warga Desa Hualoy,  Sabtu sore lalu.


Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K mengatakan, situasi di wilayah kecamatan Amalatu, terutama di desa Tihulale dan Hualoy, aman terkendali serta arus lalu lintas juga telah normal.

"Memang arus lalu lintas di jalur lintas seram tepat di desa Tihulale, yang sempat di blokade sudah di buka. Dan arus lalu lintas sudah normal,"kata Kapolres kepada wartawan di SBB, Minggu (07/05/23).


Menurut Kapolres, aksi protes warga Tihulale ini untuk meminta pelaku penganiyaan terhadap salah satu tokoh agama HT itu, untuk di proses sesuai aturan yang berlaku.


"Aksi penganiayaan itu berawal dari peristiwa laka lantas. Namun warga Tihulale, tidak menerima kemudian melakukan blokade jalan. Aksi blokade itu juga tidak berlangsung lama, setelah ada mediasi antara para tokoh desa Tihulale, dan Hualoy, yang difasilitasi oleh Polres SBB, Kodim 1513 SBB, dan Pemkab SBB, yang dihadiri langsung oleh Sekda,"jelas Kapolres.


Orang nomor satu ini mengaku, mediasi antara kedua desa yang dihadiri Kepala desa, kepala pemuda dan para tokoh kedua desa tersebut juga dihadiri oleh korban HT.

"Dari hasil mediasi itu masyarakat Tihulale, terutama korban dan masyarakat Hualoy, bersepakat untuk persoalan tersebut diselesaikan dan langsung buka blokade,"bebernya.


Ia juga mengungkapkan, selain itu untuk para pelaku penganiyaan dari kedua desa juga bersepakat untuk berdamai.

"Korban HT ini turun langsung untuk membuka blokade. Kapolsek juga turun jemput HT di Puskesmas, kemudian HT juga turun buka blokade,"tegas Kapolres.


Namun yang terpenting, lanjut perwira dengan dua melati dipundaknya itu, warga tetap menahan diri dan tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Mari kita jaga situasi kamtibmas, jaga kehidupan orang basudara dan serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan,"pesan Kapolres. (G.K)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment