- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Jaringan Telkomsel Di KKT Mati Suri Alias Mati Tak Mau Kenerja Kadis Kominfo Dipertanyakan

Saumlaki,malukuupdate.com - Masyarakat Saumlaki dan sekitarnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar harus gigit jari dan kecewa dengan pelayanan PT. Telkomsel.
Pasalnya, sudah satu bulan lebih warga di sana tidak dapat menikmati layanan perusahaan tersebut secara maksimal akibat jaringannya ibarat 'Mati Suri' alias hidup segan mati tak mau.
Baca Lainnya :
- Tolak BLT 2022, Warga Desa Waria Tuntut Pembagian BLT 20210
- Kunjungan Ke Polres Tanimbar Ini Kata Koorsahli Kapolri.0
- Usai Dijemput Paksa, Walkot Ambon Resmi Kenakan Rompi Oranye KPK0
- Bahas Kelangkaan BBM Di Kepulauan Aru, Komisi II Gelar RDP0
- Wagub Pimpin Upacara Ziarah Peringati Hardiknas di TMP Kapahaha0
Hal itu diakui sejumlah warga Saumlaki kepada media ini, Selasa.
Menurut warga, mereka sangat kesulitan berkomunikasi akibat BTS di Saumlaki tidak mampu menghair layanan pelangggan.
Kondisi ini dikarenakan kurang kontrol dari pemerintah. Kalau lihat BTS atau towernya gagguan cepat dilakukan koordinasi terkait penanganannya.
"Saat ini kita telpon pake hp hanya beberapa detik kemudian mati, sinyal entah hilang kemana. Jadi Kadis Kominfo seakan melakukan pembiaran terhadap hal ini," beber warga.
Harusnya direspon secara cepat untuk menyampaikan kepada provider telkomsel.
"Kalau hal ini dibiarkan terus maka sama saja kita balik ke tahun 80an yang saat itu masih sangat kolot dan kuno," kata warga. (*)











