- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Dugaan Tidak Pidana Koropsi Perjalanan Dinas Fiktif Di BPKAD. KKT.

Saumlaki,malukuupdate.com - Mondar-mandirnya sejumlah kepala bidang dan staf hingga pegawai honorer pada Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sejak beberapa hari terakhir ini di Kantor Kejari Saumlaki telah menimbulkan berbagai spekulasi.
Situasi ini semakin diperparah lagi dengan tidak adanya satu pun pihak BPKAD dibawah komando Jonas Batlayery dan Sekretarisnya Maria Goreti Batlayeri maupun pihak kejaksaan yang buka mulut memberikan keterangan.
Baca Lainnya :
- Mandala Finance Bagikan Bingkisan Parcel ke Konsumen Aktif yang Merayakan Idul Fitri0
- Polres Tanimbar Gelar Apel Upacara Operasi Ketupat Salawaku 2022 0
- Kapolres KKT AKBP Umar Wijaya Didesak Buka Lembaran Baru Rp9,3 Yang Sudah Di Kantongi Polres0
- TNI Angkatan Udara IG Dewanto Saumlaki Berpartisipasi Dalam Pendaftaran Tamtama PK Tahun 2022.0
- Fatlolon Ungkap Berhasil Pimpin KKT Lima Tahun Dalam Paripurna DPRD0
Namun beruntungnya masih ada sumber yang berani mengatakan pendapatnya terkait kehadiran para pegawai dan honorer BPKAD di kantor kejaksaan untuk memenuhi panggilan jaksa.
"Ada indikasi mereka dipanggil guna kepentingan penyelidikan sebuah perkara dugaan korupsi atau penyimpangan keuangan negara atau daerah," akui sumber yang minta identitasnya tidak dipublikasikan.
Bahkan Kabid Perbendaharaan BPKAD KKT juga sudah memenuhi panggilan untuk diinterogasi jaksa sebagai saksi.
"Kalau Kepala bersama Sekretaris BPKD-nya kami belum tahu pasti apakah sudah menghadap jaksa atau belum, tetapi diduga kuat jaksa mencium adanya aroma korupsi di instansi tersebut," jelas sumber.
Bahkan hari ini, Kamis (21/4), dari pukul 09.00 WIT hingga siang hari, para kepala sub bidang atau kasubdid masih wara-wiri di kantor kejaksaan. Kuat dugaan kehadiran mereka untuk diperiksa terkait masalah dugaan penyalagunaan keuangan negara pada badan keuangan.
Aroma busuk dugaan korupsi keuangan negara ini diduga terkait dengan dugaan penyalagunaan wewenang dalam dugaan tindak pidana korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.
Ketika dikejar lebih jauh terkait masalah ini, sumber menolak menjelaskan lebih rinci.
"Jujur saja ketika masalah ini mencuat dan ramai-ramai pegawai BPKAD di panggil, kami seperti kehilangan semangat dalam bekerja. Makan pun sudah tak terasa enak lagi," kata sumber. (*)











