- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Dinas Kesehatan Tanimbar Rencanakan 500 Orang Ikut Swab

Saumlaki, malukuupdate.com,- Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar merencanakan tes cepat (swab) terhadap 500 orang warga di wilayah itu, menyusul meninggalnya pasien probabel (terduga) Covid-19 berinisial JY pada 10 November 2020.
"Kita akan lakukan swab gratis secara global kepada masyarakat. targetnya 500 orang bisa mengikutinya," kata Kadis Kesehatan kepulauan Tanimbar Edwin Tomasoa, di Saumlaki, pekan lalu.
Tes usap secara gratis akan dilakukan secara umum kepada masyarakat Tanimbar yang mendaftarkan diri mengikutinya, sehingga dapat diketahui kondisi terkini keterpaparan pandemi Covid-19 di kabupaten tersebut.
Baca Lainnya :
- Bertambah lagi dua kasus Covid-19 baru di Saumlaki0
- Bupati Kepulauan Tanimbar Wajibkan Seluruh ASN Tes Swab0
- Kondisi Kesehatan Tiga Pasien Covid-19 di Tanimbar Membaik0
- Tiga warga Kepulauan Tanimbar positif Covid-190
- Gustu MBD Karantina Seluruh Penumpang KM. Sanus 34.0
"Kita sudah koordinasikan dan diharapkan tes swab dapat dilakukan dalam pekan ini," ujar Edwin yang juga Ketua Bidang Pencegahan Satgas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sementara itu, beberapa warga yang dikonfirmasi terkait rencana tes swab secara gratis tersebut, mengaku enggan untuk mengikuti program tersebut dengan alasan takut, trauma serta khawatir dan berbagai alasan lain sehingga tidak berani mendaftarkan diri.
“Janganlah. Kalau kita lagi sehat jangan ditakut-takuti lagi dengan kemungkinan adanya penambahan maupun alasan lain yang semakin membuka peluang orang merasa takut," ujar salah seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan.
Beberapa warga juga mengaku, jangankan sampai di swab, ikut tes cepat (rapid tes) juga mereka mengaku takut.
"Kita dukung program ini tetapi kalau bisa beberapa orang saja yang dijadikan sampel. Minimal ada data tentang kemungkinan mereka yang kontak langsung dengan para pasien positif Covid-19. Kami kira itu alasan yang paling kuat untuk nantinya memastikan ada tidaknya penambahan kasus serupa di kepulauanTanimbar," ujar beberapa warga lainnya. (AM)











