- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Ada Apa dibalik Kelangkaan Minyak Tanah \"Diduga Pertamina Telah Melakukan Kecurangan BBM\"

Malra,malukuupdate.com - Menindak lanjuti hasil rapat dengar pendapat bersama pimpinan pertamina beberapa waktu lalu untuk melakukan penulusuran tentang peredaran BBM pasti ada agen di pangkalan pangkalan, ucap Utha Safsafubun saat rapat komisi II kepada media ini kamis 27-01-2022.
"Kita sangat tahu bahwa ada lima agen di kabupaten Maluku Tenggara antara lain pangkalan mitan Akila Ohoilaer desa Sathean kecamatan kei kecil patut diduga fiktif," ungkap Safsafubun kepada media ini usai memimpin rapat komisi II dengan pihak PT pertamina dan para agen mitan beberapa waktu lalu.
Baca Lainnya :
- Gandeng Cv. Cipta Pratama, Dispen Tanimbar Gelar Sosialisasi0
- Dianggap Hina Pimpinan SKPD Ibarat Sapi Fatlolon Emosi. 0
- Jelang Persiapan Pengukuhan Kepala Ohoi Langgur Kapolres Tual Pimpin Rapat Pengamanan Kamtibmas0
- Terkait Rp9,3 M, Polres KKT VS BPKAD 0
- Bentrok Ori-Kariuw Bermula Dari Adu Mulut Soal Lahan0
Selain itu juga telah membawai beberapa pangkalan pangkalan yang ada, dan di duga ada kesalahan penyaluran ke titik yang lain ucap Safsafbun,
Pemerintah Daerah harus melakukan terobosan dengan serta juga pengadaan GPS dalam rangka pasang ke semua mobil-mobil angkut minyak dari agen dan harus itu wajibkan sehingga bisa dipantau oleh pertamina dan disperindak.
"Agar ketika agen mengeluarkan minyak harus benar benar ke pangkalan bukan sampai ke penjual minyak eceran, dan seharusnya harus ada MOU antara agen dan penjual minyak eceran," katanya.
Untuk itu Safsaubun berharap harus ada penambahan pangkalan dan minimal satu atau dua di setiap kecamatan sehingga demikian pemda harus menghadirkan yang namanya Spit khusus untuk penyaluran BBM dan dapat di awasi langsung oleh pertamina dan disperindak sehingga kedepan tidak terjadi kelangkaan minyak tanah dan lain-lain pada dua wilayah kota Tual dan Maluku Tenggara. (*)











