- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Yang Menyatakan Rawannya Suatu Daerah Adalah Pemerintah

Saumlaki,maluku Update.com - Yang bisa menyatakan situasi suatu daerah rawan dan tidak kondusif adalah aparat keamanan bersama pemerintah, dan bukannya kelompok atau individu masyarakat seperti yang terjadi di kabupaten kepulauan Tanimbar saat ini.
"Ada kelompok atau individu masyarakat yang telah menyatakan kondisi daerah ini tidak aman atau rawan pascapemilihan kepala desa serentak di 48 desa pada 01/03/2020 di kabupaten kepulauan Tanimbar Nanti," kata Bupati Petrus Fatlolon di Saumlaki, Selasa.
Penilaian individu atau kelompok tertentu ini dinilainya berlebihan dalam memberkan informasih kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bangun RSU Tual Lebih Refresentatif0
- Lolopaly Minta Bupati Bubarkan Satgas Penanganan Covid-19 MBD 0
- Muskomda Pemuda Katolik Malut 2021, Hendrikus Weridity Paparkan Agenda Kerja Dalam Sambutan Perdana0
- Pemuda Katolik Gelar Mapenta dan Muskomda Provinsi Maluku Utara 20210
- Bank Dunia Beri Bantuan Dana ke Sejumlah Desa di Kota Tual0
Bupati menuding kelompok masyarakat yang menyatakan situasi daerah yang tidak kondusif pasca pemilihan kepala desa nanti di kabupaten kepulauan tanimbar adalah bagian dari kelompok kalangan elit yang mana titipan calonnya ke Pemda dan panitia yang dinyatakan tidak lulus dalam skrining calon kepala desa.
Sehingga mereka sengaja membangun isu keamanan yang tidak stabil pasca pemilihan kades nanti.
Kelompok kalangan elit yang dimaksudkan Bupati tersebut adalah para politisi di kalangan DPRD KKT yang telah menitip pesannya lewat WA dan bukti WA tersebut telah tersimpan di HP.
Bupati enggan menyebutkan oknom nama-nama anggota DPRD yang telah menitipkan nama calon kades lewat Watshap tersebut.
Selain itu, kata Bupati, hasil kerja panitia telah maksimal serta sudah pada jalur yang tidak diintervensi oleh siapapun termasuk dirinya, karena terbukti keluarganya Tripon Fatlolon yang juga sebagai calon kepala desa di Meyano bab yang diusulkan dari Soa juga tidak lulus Saat uji kelayakan serta termasuk keluarga Wakil Bupati Agustinus Utuwali.
Bupati menjamin pemilihan kepala desa serentak di 48 Desa pada kabupaten kepulauan Tanimbar nanti aman dan kondusif karena pihak Pemda telah berkordinasi dengan Pihak Kepolisian dalam hal Ini Polres Saumlaki untuk menjaga keamanan jelang pemilihan serentak nanti, sehingga, bagi masyarakat yang sengaja mengganggu kelancaran pemilihan serentak nanti akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Am)











