- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Satu Warga Ditemukan Tewas Dalam Rumah Kosong

Ambon,malukuupdate.com - Satu orang warga di Kompleks Amboina Kelurahan Honipopu Kecamatan Sirimau Kota Ambon ditemukan tewas tergeletak dalam sebuah rumah kosong pada hari Selasa, tanggal 10 Mei 2022 Pukul 20.30 WIT.
Korban dilaporkan bernama Abudin Laila alias Roro alias Vina (40) yang juga selaku pemilik Salon Vina.
Baca Lainnya :
- Terpidana Enam Tahun Penjara Kasus PNPM Aru Ditangkap0
- Sadali Harap Pukul Sapu Lidi Dipromosikan secara Luas0
- Menteri Pertanian Minta Gubernur MI Kembangkan Kedelai dan Jagung di Maluku0
- Werembinan : Melalui Pendidikan Kader, PDIP Genjot Jiwa Kepemimpinan Kader. 0
- Tabrak Pembatas Jalan, Pemuda Latuhalat Mercusuar Putus Kaki0
Hal itu diungkapkan Kasie Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Moyo Utomo di Ambon, Rabu.
Jasad pria tersebut ditemukan dengan posisi terlentang dengan kedua kaki terlipat dan menggunakan baju lengan pendek warna abu-abu yang pada bagian dada sebelah kiri bertuliskan CLSF. T. W yang terangkat ke atas pusar serta menggunakan celana panjang berwarna hitam serta menggunakan sendal jepit berwarna hitam dengan tali berwarna merah.
Kronologi kejadiannya menurut saksi 1 saudari Rahma Lussy, awalnya dia bersama saudari Tin mengecek korban pada salon Vina Milik Korban, kemudian saksi memanggil korban dengan mengatakan bahwa "Kaka Roro, Kaka Vina!."
Namun tidak ada jawaban dari dalam salon, sehingga saksi bersama saudari Tin pergi meninggalkan (salon Vina).
Akan tetapi saat saksi berjalan di samping Salon Vina milik korban, Saksi mendengar bunyi nada dering handphone milik korban sebanyak 3 kali panggilan yang berada di dalam rumah kosong tepat di samping salon milik Korban, sehingga saksi menuju arah bunyi telpon yang berada di rumah kosong tersebut.
Setelah saksi berada di tempat rumah kosong tersebut, dia menerangi lokasi menggunakan penerangan senter Handphone dan saat saksi menerangi rumah kosong tersebut, saksi melihat paha korban dan saat itu juga saksi masih mendengar bunyi nada dering telepon milik korban.
Sehingga saksi kemudian meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar TKP.
Menurut keterangan Saksi 2, Sarifudin alias Katras, awalnya dia sementara menjalankan ibadah sholat isya lalu mendengar keributan di dalam kompleks Amboina, sehingga setalah selesaikan sholat saksi langsung bergegas menuju lokasi,
Saat itu dia melihat sudah banyak orang yang berkerumun di depan rumah kosong tersebut (TKP), sehingga Saksi kemudian mengambil kain untuk menutupi tubuh korban karena sudah banyak yang melihat korban, karena saat itu korban dalam posisi setengah telanjang, dan setelah saksi menutupi tubuh korban, saksi langsung keluar dari TKP.
Menurut keterangan Saksi 3 atas nama Ridwan Buseri, pada pukul 16.00 WIY, saksi berjalan melintasi salon milik korban (salon Vina), saksi melihat korban sedang duduk di dalam salon, kemudian saksi sempat melambaikan tangan kepada korban namun korban hanya melihat saksi dan tidak berkata apa², kemudian saksi langsung pergi ke Jalan Baru Kel. Honipopu Kec. Sirimau Kota Ambon.
Pukul 20.50 Wit Kapolsek Sirimau AKP MADE ARIS CANDRA PUTRA, S.IK bersama SPKT Polsek Sirimau tiba di TKP.
Pukul 21.33 Wit Inafis Polresta Ambon tiba dan melakukan olah TKP.
Pada Pukul 21.52 WIT, Ambulance RSB tiba di TKP dan langsung Mengevakuasi Jenazah korban ke RSB utk dilakukan pemeriksaan.
Adapun sebab Kematian blm dapat dipastikan krn Keluarga Korban menolak utk dilakukan Autopsi, namun hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban terakhir di lihat oleh Saksi 3 pukul 16.00 WIT, masih barda di dalam Salon.
Barang yang di temukan pada korban adalah 1 (satu) buah Hp merek Nokia berwarna putih, serta uang sebanyak Rp. 23.000,- (dua puluh tiga ribu rupiah) dengan pecahan 5.000,- sebanyak 4 lembar , 2.000,- sebanyak 1 lembar, 1.000. (*)











