- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
PLN Selaru Tidak Becus Urus Listrik Untuk Rakyat

Adaut, malukuupdate.com,-Sarana penerangan listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan paling primer bagi masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia. Namun keadaannya berbanding terbalik dengan di Kecamatan Selaru Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Di Desa Adaut misalnya sebelumnya masyarakat bisa menikmati sarana penerangan itu selama 24 jam. Namun dalam setahun terakhir pelayanannya menurun drastis dan hanya menyala selama 12 jam saja.
"Syukur - syukur kalau lampunya menyala rutin selama 12 jam. Tapi saat ini hanya menyala dua jam saja, setelah itu mati lebih dari setengah jam. Kondisi ini terjadi hampir setiap hari," ujar beberapa warga Desa Adaut kepada media ini melalui telepon seluler, awal pekan ini.
Baca Lainnya :
- Tim Basarnas Berhasil Evakuasi Nelayan Asal Kupang Dari Perairan Australia0
- Mensyukuri Tahun 2020, Menatap Harapan Tahun Baru 20210
- Polda Apel Gelar Pasukan Pengamanan Operasi Lilin Siwalima 20200
- Distribusi Beras Kapolri Di Aru Capai 3.595 Kg0
- Jelang Nataru, Polres Malteng Bhakti Sosial dan Peduli Kasih0
Warga Adaut mengaku tidak nyaman dengan kondisi pemadaman yang sering terjadi tanpa pemberitahuan. Dampaknya banyak peralatan elektronik yang rusak karena kondisi aliran listrik yang menyala dan padam secara tiba-tiba.
"Banyak warga yang mengaku peralatan elektroniknya rusak dikarenakan aliran listrik yang padam dan menyala secara tiba-tiba. Buktinya sudah banyak," ujar beberapa warga.
Menurut warga petugas PLN Ranting Selaru sering mengancam melakukan pemutusan aliran listrik jika warga terlambat membayar rekening, namun tindakan itu tidak dibarengi dengan pelayanan yang optimal.
"Seharusnya pihak PLN Ranting Selaru menyampaikan pemberitahuan kepada warga terkait kondisi pemadaman aliran yang sering terjadi akhir-akhir ini, sehingga warga mengerti dan memahami, tetapi sampai saat ini tidak pernah ada pemberitahuan.
Kondisi tersebut membuat beberapa pemuda Desa Adaut berencana menggelar demo ke kantor PLN Ranting Selaru serta ke kantor Camat untuk menuntut pertanggungjawabkan perusahaan milik negara tersebut.
"Kami berencana menggelar aksi demo ke kantor PLN Ranting Selaru dan Kantor Camat Selaru untuk menuntut pertanggungjawaban BUMN ini terhadap pelayanan mereka kepada warga Adaut," ujar beberapa pemuda Adaut. (*)











