Tim Basarnas Berhasil Evakuasi Nelayan Asal Kupang Dari Perairan Australia

By Redaksi 30 Des 2020, 13:15:52 WIB Daerah
Tim Basarnas Berhasil Evakuasi Nelayan Asal Kupang Dari Perairan Australia

Saumlaki, malukuupdate.com,- Tim Basarnas Maluku berhasil mengevakuasi seorang nelayan asal Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hanyut di perairan Negara tetangga Australia pada Selasa (29/12) sekitar pukul 15.15 WIT.

Kepala Basarnas Maluku Junaedi kepada wartawan di pelabuhan Saumlaki menjelaskan, membenarkan nelayan yang hanyut hingga ke perairan Austraia tersebut yakni Antonius Rajatobi (45) merupakan warga desa Pantaioa Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur.

Dia mengatakan, kabar hanyutnya nelayan tersebut sudah sejak empat minggu lalu, tetapi informasinya baru diterma Basarnas Maluku pada 23 Desember 2020 pukul 22.00 WIT.

Baca Lainnya :

"Laporan hilangnya nelayan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, bahwa di wilayah Ambon ada satu pencari ikan hilang dengan kapalnnya terapung-apung kurang lebih tiga minggu," katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan operasi SAR pada 24 Desember 2020. Operasi SAR menggunakan dua unit kapal yakni KN. Ular Laut milik Bakamla dan KN Sar Barata milik Basarnas.

Tim SAR mulai bertolak untuk melakukan pencarian dari Tual ke Saumlaki pukul 20.00 WIT dan 

selama tiga hari pencarian akhirnya korban ditemukan terapung di perairan Australia pada 29 Desember pukul 05.15 WIT, dan dievakuasi menuju Saumlaki, ibu kota kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kepala Basarnas mengungkapkan saat korban ditemukan di perairan Australia, pihaknya mendapat ijin dari LCC Australia dan Hamsa dan diberikan waktu selama 24 jam untuk masuk di perairan Australia untuk mengevakuasi korban

"Selama hanyut di perairan Australia Antonius mencapatkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah negara tetangga tersebut berupa pemberitahuan posisi darurat melalui radio, agar posisinya dapat diketahui, disamping komunikasi melalui telepon satelit dengan Tim SAR Basarnas," katanya.

Selain itu ia juga diberi bantuan bahan bakar sebanyak 200 liter dan kompas, tetapi ternyata tidak berfungsi dengan baik karena kondisi kapal milik nelayan tersebut sudah rusak.

"Saat ditemukan kondisi Antonius terlihat sehat tetapi terlihat lemas karena sudah empat minggu hanyut di laut. Ia juga mendapat bantuan makanan berupa beras, roti dan minuman dari tim mengawas pantai negara Australia agar bisa bertahan hidup sambil menunggu evakuasi," katanya.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Kepala Basarnas menghimbau masyarakat di Kepulauan Tanimbar untuk tidak melaut saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Apalagi sejak November 2020 hingga Januari 2021 terjadi fenomena alam La Nina yang dapat memicu cuaca buruk dan terjadi bencana. (AM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment