- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Meski Sudah Diselesaikan Guru Di Sekolah Orang Tua Murid Di Larat Cekik Dan Banting Siswa Kelas 2 S

Larat,malukuupdate.com - Beginilah jadinya, bila persoalan anak kecil yang masih duduk di kelas dua bangku sekolah dasar saling bersahaja tetapi dicampuri orang tua murid.
Akibatnya urusan menjadi semakin panjang sampai ke Kantor Polsek Larat gara tindakan penganiayaan orang tua murid kepada salah satu siswa SD kelas 2 di Larat bernama Firman La Ode.
Baca Lainnya :
- Emanratu Dan Batuwael Divonis Ringan, JPU Pikir-Pikir0
- Divonis 6 Tahun Penjara, Jaksa KPK Langsung Nyatakan Banding Tagop Nyatakan Pikir-Pikir0
- Kejati Maluku-Pegadaian Ambon Tandatangani MoU Bidang Datun0
- Wagub Orno Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 0
- Wagub Orno Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pastori Jemaat GPM Petra0
Menurut keterangan Tarman La Ode (orang tua korban), awalnya anak Firman bersengja dengan seorang rekan sekelasnya namun sudah diselesaikan ibu guru.
Ternyata anak tersebut melaporkan ibunya yang langsug ke sekolah menemui Kepsek dan memprotes kejadian tersebut, sehingga Firman dipanggil lalu dipukuli lagi oleh sang Kepsek menggunakan sebuah mistar.
"Kemarin tanggal 9 November 2022, ayah dari Tanaya Argu datang ke sekolah memanggil anak saya Firman dan melakukan pemukulan berupa tamparan sebanyak empat hingga lima kali kemudian pegang leher anak dengan dua tangan, mengangkat korban lalu membantingnya," beber ayah korban.
Setelah itu korban pulang ke rumah tetapi tidak melaporkan kejadian itu, tapi kakak korban datang dan memberitahukan istri saya sehingga dilaporkan ke Polsek Larat, tetapi pelaku belum dipanggil polisi.
Meski pun belum dipanggil polisi, namun pelaku dugaan tindak pidana kekerasan anak ini beberapa kali mendatangi rumah korban untuk mencari ayahnya namun tidak ketemu. (*)











