- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Keluarga Korban Fokus Pada Proses Penyembuhan Ongen Kabalmay

Malra,malukuupdate.com - Keluarga korban penembakan misterius di Maluku Tenggara mengaku masoh fokus dengan kondisi Mela Zein Kabalmay alias Ongen alias Rahul yang sementara menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Sesuai dengan hasil informasi yang telah dapat di media bahwa sesuai dengan pernyataan pihak keluarga korban penembakan yang dilakukan oleh petugas BNN Kota Tual terhadap saudara mereka masih dalam perawatan intensif dan tetap dalam observasi dokter ahli pasca operasi, Senin (4-04-2022).
Baca Lainnya :
- Polres Kepulauan Tanimbar dan Polsek Jajaran Gelar Pengamanan Serentak Sholat Tarawih 0
- Polisi Bongkar Penimbunan Ribuan Liter Migor Di Gudang PT. RSA0
- Alami patah kemudi di Laut KM. Malaguar Menanti dalam Pencarian Tim SAR Gabungan0
- PKL, Pemilik Warung dan Nelayan Tanimbar Terima Bantuan Tunai Pemerintah0
- Tim Sar Gabungan evakuasi kapal bermutan 2 WNA Di perairan Pulau Teor0
Hal itu diungkapkan kaka korban, Edy Kabalmay di Tual, Senin.
Menurut Edy, tindakan yang diambil oleh tim medis di RSUD Karel Satsuitubun Maluku Tenggara sungguh sangat membantu, setelah melalui dua kali operasi, meski belum maksimal namun karena keterbatasan sarana prasarana pendukung.
Kata Edi, bahwa melalui operasi yang lebih seksama dan cukup lama di RSUD Malra, ternyata masih tersisa dua potongan kecil pecahan proyektil peluru yang bersarang dalam organ perut yang sebelumnya tidak terdeteksi.
"Itu sebabnya kondisi adik kami tidak kunjung membaik pasca pengangkatan potongan besar proyektil peluru sehingga akibat dari penembakan merterius ini sangat serius," ujarnya.
Dan saat ini kami keluarga besar masih perhatian pada proses penyembuhan adik kejasih kami, dan kait masalah ini kami keluarga bukan mendiamkannya.
"Cuma karena penembakan serampangan dan sangat ceroboh ini harus diusut dengan serius agar dapat di tuntas dan terbuka, apalagi saudara kepala BNN kota tual mengakui bahwa pelaku penembakan adalah oknum institusinya," ungkap Edy.
Dia meminta agar aparat kepolisian dalam hal ini Polres Tual harus bekerja profesional dalam mengungkap kasus penembakan ini, karna hal seperti itu bisa saja membuat kebebasan masyarakat untuk membawa senjata api.
"Untuk itu kami meminta agar secepatnya mungkin dapat mengungkap motif dibalik kasus penembakan Mesterius ini," kata dia.
Karena menurut Kabalmay bahwa apa yang disampaikan kepala BNN kota Tual kepada publik itu sangat mengandung banyak inskosistensi dan tidak memenuhi prinsip informasi yang jelas.
Selain itu tentu saja karena pengakuan itu sudah sangat terlambat karena itu kami bersama keluarga besar tetap memantau dengan serius perkembangan penyidikan dan tentu kami akan mengambil sikap dan tindak sesuai dengan progres penanganan kasus ini.
Bahkan kami menunggu kerja profesional pihak penegak hukum serta keterbukaan dan kedewasaan sikap BNN kota yang sudah mengakui sebagai pelaku utama kasus penembakan. (Elang Key)











