- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Kadis Pendidikan KKT Didesak Copot Gerson Saiselar Kepsek SMPN 3 Lingat

Selaru,malukuupdate.com - Kepala SMPN 3 Lingat, Kecamatan Selaru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Gerson Saitela diduga melakukan penyalahgunaan Dana BOS tahun anggaran 2022 untuk kegiatan yang tidak termasuk dalam program penggunaan dana BOS sesuai Juklak dan Juknis Kemendikbud.
Pasalnya, Kepsek menggunakan dana BOS untuk pemasangan spanduk ucapan Hari Pendidikan Nasional atas kerjasamanya dengan seseorang bernama Simon Werinditi yang katanya adalah 'Wartawan' namun medianya tidak jelas.
Baca Lainnya :
- Satu Warga Tewas Terbakar Di Batu Merah0
- Lagi - Lagi Polres Tanimbar PTDH 1 Anggotanya0
- Atiti ; Banyak Kesuksesan yang Sudah Diukir PF Untuk Tanimbar0
- Jalan Menuju SDN 2 Dobo Berubah Jadi Danau Saat Hujan Pemkab Jangan Tutup Mata0
- Minim Kursi-Meja Belajar Siswa Dan Guru SMK Jeljakaka Minta Kepsek Gunakan Dana BOS 0
Kerjasamanya juga lumayan 'Gede' yakni Rp4,5 juta per tahun untuk pemasangan spanduk pada moment tertentu seperti Hardiknas, tetapi moment lainnya tidak jelas dan tujuannya hanya untuk promosi sekolah dan sang kepsek namun menggunakan sumber dana BOS.
Setelah menejalin kerjasama tidak jelas dengan Werinditi, Gerson juga menghentikan langganan koran tetapi menggunakan alasan para guru yang menginginkan penghentian langganan korannya.
Padahal keinginan itu muncul sendiri dari Gerson selaku Kepsek dan mengatakan kepada para guru untuk tidak lahi mendatangkan koran dan hanya bekerjasama dengan Weinditi.
"Nanti saya bilang bendahara, karena itu keputusan para guru untuk berhenti berlangganan koran," jelas kepsek kepada media ini.
Padahal bendahara dana BOS SMPN 3 Lingat, Maria Maru sebelumnya telah memberikan uang Rp4.5 juta untuk membayar promosi yang dilakukan Werenditi dan Kepsek tidak membayar uang langganan koran.
Bendahara dana BOS SMPN Lingat yang dihubungi mengakatan tidak paham dengan kerjasama Kepsek dan Werenditi termasuk tidak mengetahui pasti apa statusnya, apakah wartawan atau bukan.
Bendahara sempat memprotes kepsek karena yang Rp1,500 per tahun saja tidak ambil, lalu mau ambil yang Rp4,5 juta sementara rancangan anggaran tidak sebesar itu.
"Uang Rp4,5 juta sudah dibayarkan setelah pencairan tahap II Agustus 2022 atas tekanan Werinditi oknum wartawan kepada bendahara, dan untuk keterangan lebih lanjut saya tidak tahu dan silahkan tanyakan kepada kepsek," ucapnya. Kadis pendidikan Pak Eko di desak turunkan tim secepatnya biar kasus ini bisah di tidak lanjuti ke inspektorat agar bisah di pangil dan di periksa.pungkasnya. (*)











