Minim Kursi-Meja Belajar Siswa Dan Guru SMK Jeljakaka Minta Kepsek Gunakan Dana BOS

By REDAKSI 03 Okt 2022, 09:46:43 WIB Daerah
Minim Kursi-Meja Belajar   Siswa Dan Guru SMK Jeljakaka Minta Kepsek Gunakan Dana BOS

Dobo,malukuupadte.com - Kekurangan fasilitas SMK Jeljakaka Dobo kabupaten kepulauan Aru propinsi maluku membuat siswa siswi tak semangat dalam proses belajar mengajar.


Siswa SMK Jeljakaka Dobo kepada media ini, Jumat (30/9/22), yang namanya tidak mau dipublikasihkan mengatakan bahwa SMK itu masih minim dengan fasilitas seperti kursi dan meja di setiap ruang kelas.

Baca Lainnya :


Karena kursi yang digunakan sebagai tempat duduk siswa ketika disentuh tangan atau kaki terasa goyang begitupun meja sebagai tempat letakan buku.


Bahkan meja dan kursi pun terlihat sudah rusak dan tak layak lagi digunakan tetapi dengan kondisi keterbatasan  sarana maka kursi dan meja yang sudah rusak harus digunakan lagi sebagai tempat duduk dan letakan buku agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman dan lancar.


Namun hal ini juga, sangat berpengaruh karena dengan fasilitas yang tidak memadai.


Tetapi fasilitas yang memadai sangat memudahakan siswa siswi serta melancarkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar terasa nyaman konsentrasi kami pun tidak terganggu pada saat jam belajar .


Selain itu, disinggung berapa jumlah siswa siswi SMK Jeljakaka seluruhnya ,dan apakah setiap siswa siswi setiap bulan membayar luran komite? dikatakan kalau untuk siswa siswi SMK jeljakaka sekitar tiga ratus siswa lebih, dan untuk pembayaran uang komite setiap bulan Rp35.000 yang dibayar.


Maka dengan adanya keterbatasan fasilitas harapan kami kepada kepala sekolah tolong melihat dan berupaya semaksimal untuk memperhatikan kelengkapan sekolah atau kelas seperti meja dan kursi siswa dan lain lain.


Hal yang sama, seorang guru SMK Jeljakaka Dobo yang meminta namanya tidak dipublikasihkan mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan  kondisi sekolah yang mempunyai kursi dan meja yang tidak layak lagi.


Maka dengan adanya kondisi seperti ini apa solusi kepala sekolah sebagai penanggung jawab.


Kalau meja dan kursi siswa yang sudah rusak hanya melihat dan membiarkan Oleh kepala sekolah dan tidak mempunyai suatu kepedulian terhadap sekolah dan siswa hal ini  dianggap tidak layak menjadi kepala sekolah.


Selain itu, proses pencairan dana bos, setiap triwulan berjalan bisa ada kebijakan pembelanjaan kursi dan meja untuk menyelamatkan proses belajar mengajar para siswa siswi. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment