- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Jalan Desa Wangel Putus 200 Meter Akibat Abrasi

Dobo, MalukuUpdate.com - Ruas jalan penghubung sepanjang 200 meter di Desa Wangel kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru saat ini telah mengalami kerusakan akibat abrasi pantai.
Pantauan media ini, Kamis, ruas jalan tersebut terputus akibat adanya abrasi dimana ombak yang kencang serta adanya aktivitas penggalian matrial golongan C berupa pasir dan batu secara liar oleh warga sekitar pesisir.
"Kerusakan jalan tersebut ada dugaan aktivitas penggalian pasir dan batu secara liar oleh warga setempat di sekitar pesisir pantai," akui sejumlah warga kepada media ini.
Baca Lainnya :
- Brimob Maluku kembali berangkatkan 1 SSK BKO Polda Metro Jaya0
- Dinas PUPR Libatkan Kontraktor Siluman Kerjakan Drainase0
- Kasus Dugaan Korupsi Bagian Kesra Malra masih Dalam Penyelidikan0
- Gubernur Maluku Minta Bupati Gonga Tuntaskan Janjinya Untuk Masyarakat0
- KPU Kepulauan Aru Distribusikan Logistik ke Sembilan Kecamatan0
Ada beberapa Warga kota Dobo yang mengatakan jalan penghubung anatara Desa Wangel dan kota Dobo terjadi kerusakan yang dihantam ombak atau abrasi pantai karena setiap harinya ada aktivitas pengambilan pasir dan batu oleh masyarakat setempat.
Padahal kegiatan menggali matrial pasir dan batuan di lokasi itu sudah dinyatakan dilarang.
Namun kondisi jalannya terus mengalami kerusakan akibat kegiatan warga yang dianggap ilegal.
"Untuk jangka panjangnya nanti, penggerusakan pada bibir pantai semakin luas hingga area tanggul penahan pun rusak pada saat musim angin barat," beber warga.
Setiap tahun pemerintah daerah telah mengeluarkan dana milyaran rupiah untuk pembangunan tanggul di sepanjang pesisir pantai Desa Wangel, namun tetap rusak karena pengambilan pasir terus menerus.
Sehingga warga kepada pemerintah daerah harus melihat hal ini agar bagaimana cara bisa melihat dan mempersiapkan lahan khusus untuk pengambilan pasir dan batu. (*)











