- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Ini Kronologi Penembakan di Saparua menyebabkan Welna Hattu Meninggal

Ambon, malukuupdate.com - Warga di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, yang baru selesai merayakan Hari Perjuangan ke-206 Pahlawan Nasional Thomas Matulessy berjuluk Kapitan Pattimura, pada Senin (15/5), dihebohkan dengan aksi penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) menyebabkan seborang warga meninggal dan satu lainnya luka.
Baca Lainnya :
- Danlanal Aru pimpin Penanaman Mangrove0
- Puncak Penanaman Mangrove Nasional Kodim 1506/Namlea Tanam Seribu Pohon0
- Mercy Barends Dorong Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat0
- Kades Kolamar, Aru Utara Diduga Gelapkan Dana BLT-DD Rp154,8 Juta0
- Hasil Pemanfaatan Lahan Kosong Kodim 1506/Namlea Panen Sayur0
Aksi penembakan oleh OTK terjadi di Jl. Hatawano, Kecamatan Saparua Timur Maluku Tengah, sekitar pukul 15.10 WIT, mengakibatkan Welna Hattu (41) meninggal, sedangkan Alexander Ronald Papilaya (52) mengalami luka.
Kronologi penembakan oleh OTK seperti diceritakan oleh Mezak Likumahua (43) suami dari Welna Hattu, bahwa sekitar pukul 14.45 WIT,dirinya beserta istrinya Welna Hattu berpamitan kepada Camat Saparua Wini Prajawati Salamor, untuk pulang lebih dahulu ke Negeri Itawaka, setelah selesai mengikuti upacara HUT Pattimura ke-206 di Negeri Saparua, karena ada kegiatan pelayanan ibadah.
Pada saat mereka melintasi Jl. Hatawano, tepatnya di perkebunan jemaat Negeri Tuhaha (perbatasan petuanan Negeri Tuhaha dan Negeri Siri Sori Amalatu), istrinya menyampaikan bahwa ada sesuatu yang mengenai lehernya. Mezak Likumahua kemudian menengok ke belakang dan melihat leher istrinya sudah berdarah.
Mezak kemudian melajukan sepeda motornya menuju Kantor Camat Saparua Timur untuk meminta bantuan atau pertolongan. Sekitar pukul 15.30 WIT istrinya Welna Hattu diangkut menggunakan mobil Toyota Rush milik Klasis P. Saparua menuju ke RSUD Saparua.
Korban tiba di RSUD Saparua sekitar pukul 16.00 WIT, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal akibat luka tembak senapan angin pada leher sebelah kanan serta luka lecet pada jari manis kaki kanan karena terjatuh dari sepeda motor setelah terkena tembakan.
Selain itu, aksi penembakan oleh OTK juga dialami Alexander Ronald Papilaya. Alexander meninggalkan Kantor Camat Saparua untuk kembali ke Negeri Itawaka setelah selesai mengikuti kegiatan upacara HUT Pattimura di Saparua, sekitar pukul 14.45 WIT.
Pada saat melintasi Jl. Hatawano tepatnya di turunan perkebunan jemaat Negeri Tuhaha, Alexander mendengar bunyi benturan yang mengenai helmnya, namun dirinya tidak meghiraukan karena beranggapan helmnya terkena ranting pohon atau kayu.
Saat sampai di Negeri Ihamahu, Alexader bertemu Pejabat Negeri Ihamahu Andre Yasso dan meminta tolong kepadanya untuk melihat bagian wajahnya karena terasa perih. Pejabat Negeri Ihamahu menyampaikan bahwa ada luka goresan pada dagu sebelah kanan dan berdarah, kemungkinan terkena tembakan senjata angin karena ada bekas lubang pada kaca helm.
Alexander kemudian melanjutkan perjalanan ke Negeri Itawaka untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Raja Negeri ItawakaWellem A. Wattimena, dan selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIT, korban diantar oleh Raja Negeri Itawaka beserta kepala Soa Selili menuju ke RSUD Saparua untuk mendapatkan perawatan.
Kasus penembakan oleh OTK itu sementara diselidiki oleh aparat keamanan untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut serta motifnya. (*)











