Gubernur dan istri Kunker ke Kepulauan Aru

By REDAKSI 26 Jun 2023, 16:34:34 WIB Daerah
Gubernur dan istri Kunker ke Kepulauan Aru



Dobo, malukuupdate.com Gubernur Maluku Murad Ismail bersama istrinya Widya Pratiwi Murad melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Aru dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Operasional Pembinaan (Pokjanal) Posyandu tingkat Provinsi Maluku di kabupaten tersebut.

Baca Lainnya :


Gubernur, istri dan sejumlah pejabat pemprov maluku tiba di Bandara Rar Gwamar Dobo, dengan menggunakan pesawat Wings Air ATR 72-600, pada Minggu, (25/6/2023) sekitar pukul 10.20 WIT.


Setibanya di Bandara, Gubernur dan rombongan disambut oleh Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga dan forkopimda Kepulauan Aru diiringi tarian Cendrawasih, serta Pengalungan kain dan pemakaian topi adat.


Memulai rangkaian Kunjungan Kerjanya, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Widya Pratiwi Murad dan Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie beserta rombongan menuju ke Hotel Apeks untuk mengikuti Acara Pembukaan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional Pembinaan (Pokjanal) Posyandu di Kabupaten Kepulauan Aru.


Rakor juga dihadiri Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga, Sekda Kepulauan Aru, Pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku dan Kepulauan Aru, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Ketua TP-PKK Kepulauan Aru, Kader PKK Kepulauan Aru, dan unsur terkait lainnya.


Dalam sambutan selamat datangnya Bupati Gonga, mengucapkan terimakasih atas kunjungan kerja Gubernur dan Istri beserta rombongan di wilayahnya.


"Diharapkan kunjungan ini dapat memberikan dampak pertumbuhan berkelanjutan di Provinsi Maluku, khususnya di Kepulauan Aru yang sama-sama kita cintai," ujarnya .


Di tempat yang sama Ketua TP PKK Maluku Widya Pratiwi mengatakan kepada Bupati dan peserta rakor, agar tidak bosan-bosan menerima kunjungannya bersama tim guna membahas stunting.


"Kita ketahui bersama bahwa target stunting tingkat nasional sebesar 14 persen di tahun 2024, itu berarti 1 tahun ke depan dan kita tidak boleh bosan, mari sama-sama kita perangi stunting yang ada di Kepulauan Aru," ujarnya.


Menurutnya, sebagai lembaga kemasyarakaat desa, posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya untuk meningkatkan kesehatan ibu, anak dan pencegahan stunting.


"Dalam kunjungan kami ke desa bersama OPD terkait, saya pribadi merasa prihatin dengan kondisi posyandu saat ini, karena masih banyak yang belum memadai dalam hal sarana prasarana, ketersediaan gedung, kurangnya kader yang terlatih dan kurangnya kegiatan berkelanjutan. Selain itu banyak bayi, balita dan ibu hamil yang tidak terpantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembangnya karena tidak datang ke Posyandu," ungkapnya.


Ia mengatakan, dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting, posyandu memiliki fungsi yang penting yaitu melakukan screening kesehatan bagi ibu-ibu hamil, serta tumbuh kembang bayi dan balita, agar mendapatkan intervensi yang tepat sesuai dengan kondisi mereka.


Duta Parenting Maluku itu juga menyampaikan beberapa hal penting yakni pertama mengharapkan Pemkab Kepulauan Aru membentuk Pokjanal Posyandu agar dapat melakukan koordinasi antar anggota pokjanal, serta melakukan pembinaan dan fasilitasi program posyandu.


Kedua, membentuk jejaring tim pokjanal posyandu sampai ke tingkat desa agar pembinaan dan fasilitasi serta sistem informasi posyandu dapat dilaksanakan.


Ketiga, Meningkatkan kapasitas kader posyandu serta menyiapkan sarana prasarana termasuk gedung posyandu yang memadai, sehingga dapat menunjang berbagai aktivitas di posyandu.


Keempat, rakor ini kiranya dapat menghasilkan rencana aktif yang implementatif dan dilaksanakan di tahun ini, sehingga posyandu sebagai garda terdepan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dapat terwujud, sehingga anak-anak memiliki masa depan yang cemerlang dan menjadi generasi emas bagi kita semua.


Sedangkan Gubernur Murad dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Sadali, mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Aru beserta seluruh jajaran yang selama ini telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan bidang kesehatan di bumi Jargaria.


Dirinya menjelaskan, Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan sarana pelayanan kesehatan paling rendah berbasis masyarakat, yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat.


"Dengan demikian, saya mintakan Posyandu wajib menjadi garda utama pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu, anak dan balita, termasuk pencegahan stunting," ujar Gubernur.


Rapat Koordinasi tersebut, menurutnyam merupakan momentum strategis untuk meningkatkan fungsi dan peran Pokjanal Posyandu melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga diharapkan pelayanan dasar kesehatan masyarakat, dapat terprogram dengan baik.


"Saya mintakan Tim Pokjanal Posyandu baik tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota, kecamatan, desa dan negeri, dusun dan kampung untuk melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik, sehingga dapat memberikan bukti nyata dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tandasnya.


Di kesempatan itu juga diserahkan sejumlah bantuan oleh Pemprov Maluku kepada Pemkab Aru, 3 Puskesmas, 3 Paud/TK, bantuan 7 paket Kube Keluarga kepada 7 desa, bantuan kepada pelaku ekonomi kreatif, bantuan anthropometri Kit yang diterima oleh Ketua TP-PKK Kepulauan Aru, bantuan alat peraga edukasi kepada 2 TK, serta 300 paket bantuan beras untuk keluarga stunting dan beresiko stunting. 


Selain menghadiri Rakor Pokjanal, Gubernur Murad dan istri juga akan menghadiri Musyawarah Adat I Rumpun Fanan, yang dilaksanakan di desa Kwarbola, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru pada 26 - 30 Juni 2023. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment