- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Wattimena Buka Raker ke-II MKKS SMP se-Kota Ambon

Ambon, MalukuUpdate.com,- Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena membuka secara resmi rapat kerja (raker) ke-II MKKS SMP se- kota Ambon bertempat di Wisma Gonzalo, Rabu (15/03).
Adapun tema yang di usung pada raker tersebut yaitu "Optimalisasi Peran MKKS dalam Mendorong Implementasi Kurikulum Merdeka.
Dalam sambutannya, Wattimena mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka harus diterapkan disemua sekolah SD dan SMP di kota Ambon mulai saat ini.
Baca Lainnya :
- Jelang Ramadhan Kodim 1506/Namlea Dan PMII Serta Masyarakat Bhakti Bersama0
- Pemerintah Kabupaten Buru Meraih Penghargaan Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverag0
- Polres Kabupaten Buru Berhasil Ringkus Pelaku Kejahatan Di Areal Tambang Emas Ilegal Gunung Botak0
- Pimpinan & Anggota DPRD Kota Ambon Bakal Jalani Tes Urin Bebas Narkoba0
- Gubernur Maluku Buka Resmi Rakor Pokjanal & Pelatihan Kader Posyandu Kabupaten SBT0
"Tidak susah kalau kita semua bersatu saling mendukung, saling berbagi yang sudah bagus sekolah musti membantu sekolah-sekolah yang masih kesulitan untuk menerapkan dan seterusnya,"kata Wattimena.
Dirinya mengungkapkan, implementasi kurikulum merdeka menjadi hak mutlak bagi satuan pendidikan, yang perlu didorong saat ini khususnya di Kota Ambon.
"Hal ini memberikan alasan yang sangat mendasar, selain ini karena kebijakan Kemendikbud Riset juga karena Kota Ambon ini kan sebagai barometer di Provinsi Maluku,"terangnya.
Wattimena menegaskan, Kota Ambon memiliki infrastruktur, SDM dan aksesibilitas lebih baik dari kabupaten/kota lain di provinsi Maluku, sehingga sangat tidak etis apabila dalam evaluasi kurikulum Merdeka kota Ambon mendapatkan nilai lebih rendah dari daerah lain.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Ferdinan Taso dimana dirinya mengungkapkan bahwa musyawarah MKKS merumuskan program dan kegiatan untuk semua SMP di Kota Ambon.
Dalam kegiatan ini, akan dibahas bagaimana mendorong implementasi kurikulum merdeka.
"Ini yang paling penting tadi permintaan dari pak PJ. Wali bahwa saya berharap semua sekolah di Kota Ambon dapat mengaplikasikan atau terapkan program kurikulum merdeka belajar,"kata Taso.
Menurut Taso, ada tiga tahapan dalam kurikulum Merdeka Belajar, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
Rapat kerja ke-2 MKKS SMP kota Ambon ini di ikuti oleh sebanyak 50 Kepala Sekolah di ibu kota provinsi Maluku.
Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari. Dimana usai pembukaan oleh Pj. Wali kota Ambon, akan dilanjutkan dengan pemaparan materi Kurikulum Merdeka Belajar oleh sejumlah narasumber.(**)











