- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Update Covid-19 Di Maluku Tenggara 19 Warga Reaktif Usai Pemeriksaan RDT

Langgur, NM- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara, dr. Katrinje Notanubun mangatakan, sampai dengan tanggal 6 Juli 2020 telah dilakukan Tracing pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap ratusan orang.
"Kami sudah melakukan tracing sebanyak 213 orang, sedangkan untuk pemeriksaan RDT terhdap pelaku perjalanan sebanyak 205 orang, sehingga jumlah pemeriksaan RDT sampai dengan tanggal 6 Juli 2020 sebanyak 418 dan hasilnya 19 orang reaktif,” katanya di Langgur, Senin.
Terkait dengan kasus empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Malra, dr. Ketty menghimbau agar warga tetap lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 demi keamaman dan keselamatan masing-masing orang.
"Walaupun di Kabupaten Malra sekarang sudah ada warga yang positif, namun perlu saya himbau kepada masyarakat agar tidak boleh panik, melainkan harus lebih waspada ambil jarak serta juga mempergunakan masker dan tetap jalankan protokol kesehatan,” ujarnya.
dr. Ketty yang juga Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Malra ini mengingatkan bahwa protokol kesehatan dimaksud bukan saja tentang penggunaan masker namun menghindari kerumunan (social distancing) serta hindari kontak fisik dengan orang lain (pshycal distancing).
Untuk itu perlu diingat bahwa yang bisa menjaga kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Untuk itu, mari kita jaga diri kita, keluarga dan juga lingkungan sekitar kita,” tandasnya.
Selain itu diharapkan agar warga juga harus waspada terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Saya mau sampaikan bahwa warga harus waspada dan hati-hati terhadap OTG, karena empat warga Malra yang terkonfirmasi itu sudah merupakan OTG,” bebernya.
Untuk diketahui, keempat pasien yang terkonfirmasi tersebut, malam ini juga akan diisolasikan di Rumah Sakit Umum Daerah Karel Saidsitubun (RSUD KS) Langgur.
“Meskipun keempat pasien tersebut sudah di terkonfirmasi,tetapi ini juga termasuk kategori OTG, kami harus merawat dan mengobatinya secara teratur. Dan malam ini juga mereka akan dirawat isolasi di RSUD Karel Satsuitubun," pungkasnya. (*)











