- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Pemprov Maluku & PT Tasageoby Teken MoU Kerjasama Investasi

Ambon, MalukuUpdate. Com,- Pemerintah Provinsi Maluku menandatangani nota kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU), dengan investor Tasageoby Group, yang bakal berinvestasi sebesar USD 250 juta atau setara dengan Rp3,7 triliun di daerah ini. Penandatanganan MoU ini, digelar di Kantor Gubernur Maluku, antara Gubernur Maluku Murad Ismail dengan Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Mr. Stuart Townley Janes. Penandatanganan MoU dengan investor Tasgeoby Group ini, terutama terkait kerjasama penyediaan moda transportasi kapal terbang berteknologi Wing in Ground (WIG) Craft. Kerjasama ini, menurut Gubernur Maluku Murad Ismail, merupakan hal yang sangat penting untuk mendorong peningkatan konektivitas transportasi di Maluku. Sebagai Provinsi Kepulauan dengan 1.340 pulau yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota, maka tantangan ketersediaan transportasi yang handal, terjadwal dan durasi perjalanan yang singkat. Sebagaimana diketahui, persoalan akses transportasi merupakan permasalahan yang sejak lama menghambat pelaksanaan pembangunan seperti pelayanan masyarakat, logistik maupun ekonomi biaya tinggi yang mengakibatkan daya saing daerah menjadi rendah. Kerjasama dengan pihak Tasageoby ini dinilai Gubernur Maluku Murad Ismail, untuk pemanfaatan moda transportasi WIG Craft produksi pabrikan Aron Flying Ship Ltd. asal Korea Selatan ini. Dengan dukungan Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Biro Pemerintahan, Biro Hukum dan OPD lainnya di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan pada berbagai daerah di Maluku, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemajuan pariwisata, perdagangan, penanggulangan bencana maupun pelayanan kesehatan. Pada tahap awal, terkait uji coba kapal terbang WIG ini, akan dibangun fasilitasi pelabuhan untuk operasional dengan fokus tahap awal pada lokasi di Ambon, Masohi, Seram Utara dan Banda, dan akan dikembangkan pada tahapan selanjutnya di kabupaten/kota lainnya di Maluku. WIG Craft diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi atas permasalahan transportasi di Maluku selama ini, dimana moda transportasi WIG Craft yang merupakan kombinasi moda transportasi udara dan laut, dapat beroperasi di seluruh wilayah Kepulauan Maluku dengan berbagai kondisi cuaca yang seringkali menghambat konektivitas tranportasi laut maupun udara. Diharapkan dengan beroperasinya WIG Craft, hambatan konektivitas antar wilayah/ pulau di Maluku dapat teratasi sehingga dapat memberi kontribusi terhadap meningkatnya ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (**)

Baca Lainnya :
- Terkait Kasus Pencabulan, Polres Tanimbar Sita Mobil Dinas Kadis Pariwisata0
- Tuntut Sekda Kepulauan Aru Anak Asli Daerah Aliansi Masyarakat Adat Lakukan Aksi Demonstrasi0
- Puluhan Siswa SMA Unggulan Siwalima Ambon Keracunan Massal0
- Aspidsus : Ahli Konstruksi Periksa Fisik Jalan Inamosol0
- Meski pun Menang Praperadilan Tidak menghapus Perbuatan Pidana RL0
Gubernur Hadiri Pembukaan Sidang Majelis Sinode AM GPI 2022
Ambon, MalukuUpdate. Com, - Gubernur Maluku Murad Ismail bersama Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Jannus Pangaribuan, menekan sirine pada bola dunia yang menjadi simbol persidangan, sebagai tanda pembukaan Sidang Majelis Sinode AM Gereja Protestan Indonesia (GPI) Tahun 2022 di Gedung Gereja Maranatha, Minggu.
Sidang Majelis Sinode tahun ini mengusung tema “Tuhan adalah yang Awal dan yang Akhir”. Prosesi sidang diawali dengan jalan kaki bersama dari gedung Gereja Ignatius Slamet Riyadi ke gedung Gereja Maranatha. Prosesi jalan kaki ini dipimpin Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta E. T. Maspaitella dengan membawa Alkitab. Prosesi dilanjutkan dengan kebaktian yang kembali dipimpin Pendeta E. T. Maspaitella. Selanjutnya, dalam acara ritual, berlangsung akta pembukaan persidangan AM GPI yang ditandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua BPH Sinode AM GPI, Bersama dengan para pimpinan Sinode GBM. Gubernur Murad dikesempatan tersebut, mengatakan Gereja sebagai sebuah lembaga kerohanian yang memiliki struktur organisasi dan tata kerja yang terukur serta sistematis, dibuktikan dengan diselenggarakannya event-event persidangan dari tingkat Sinode, Klasis hingga jemaat-jemaat. “GPI sebagai lembaga keamanan, menjaga netralitas dan terus menjadi penyambung suara Tuhan, sehingga Gereja hadir memperjuangkan kepentingan demokrasi tertinggi yakni kepentingan rakyat dan bukan kelompok atau golongan tertentu”. Di lain sisi, jelang perayaan Natal dan tahun baru 2023, kepala daerah mengingatkan tentang menguatnya gejolak ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan dalam masyarakat. Ia pun menghimbau kepada seluruh elemen untuk tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Percayakan kepada pemerintah, TNI/Polri dan aparatur yang bertanggung jawab di bidangnya masing-masing, perihal penanganan sejumlah sektor diatas. Diakhir pesannya, Gubernur mengingatkan tentang pentingnya membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan TNI/Polri serta semua elemen masyarakat. Dengan begitu, setiap potensi konflik sosial dapat diantisipasi sejak dini, demi menjaga stabilitas keamanan masyarakat. Ditempat yang sama, Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Jannus Pangaribuan menerangkan, sidang majelis ini merupakan agenda demokrasi Gereja dalam melaksanakan semua program dalam implementasi visi misi Gereja di Indonesia. Mengingat, Indonesia kaya dalam organisasi Gereja. Kurang lebih terdapat 328 Sinode / 350 Yayasan / 300 perguruan tinggi dan sejumlah lembaga yang bergerak melakukan tugas-tugas sebagai Gereja. Jannus mengajak para BPH GPI dan Ketua Sinode GPM, untuk melakukan upaya intropeksi diri melalui sidang yang menjadi bagian dalam melakukan evaluasi dan menyusun program pelayanan. “Mudah-mudahan keputusan sidang akan membawa perubahan atau memberi arahan dalam penatalayanan Gereja Protestan Indonesia dan 12 Gereja mandiri di seluruh Indonesia ini,” tutup Jannus. (**)











