Pekerjaan Talud Penahan Ombak di Desa Wangel Asal-Asalan
Kerja Menggunakan Bahan Matrial Lokal dan Tidak Sesuai Bestek

By Redaksi 02 Feb 2021, 19:42:06 WIB Daerah
Pekerjaan Talud Penahan Ombak di Desa Wangel Asal-Asalan

Dobo, Maluku Update.com - Proyek pembangunan konstruksi talud pengaman pantai sepanjang 213 meter di pesisir pantai Desa Wangel, Kecamatan Pulau - pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru yang dikerjakan Fa.
Tujuh Serangkai dengan nilai kontrak Rp. 5.850.000.010,34 diduga tidak sesuai bestek.

Pasalnya, Proyek yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2020 dengan pagu anggaran Rp6.125.000.000,00 itu dalam proses pelelangan hingga pekerjaannya diduga banyak ditemukan masalah.

Akibatnya, terjadi dugaan korupsi yang sengaja dilakukan oleh pihak kontarktor selaku pelaksana dalam pembangunan konstruksi talud pengaman pantai tersebut.

Salah satu fakta yang menjadi temuan media ini di lokasi pekerjaan konstruksi talud pengaman pantai tersebut, Sabtu, (9/1/2921) pukul 19.21 WIT, para pekerja sementara melakukan pengecoran boks penahan abrasi pantai menggunakan pasir galian yang digali di lokasi pekerjaan.

Padahal, sesuai bestek pekerjaan konstruksi talud pantai tersebut harusnya menggunakan pasir sungai yang didatangkan dari Ambon.

Terpantau, pasir pantai yang diambil dari galian di lokasi pekerjaan talud diblending dengan pasir sungai yang didatangkan dari Ambon untuk pekerjaan boks talud tersebut.

Salah satu diantara pekerja itu ketika dikonfirmasi mengaku, sudah sekian hari mereka melakukan pengecoran balok pembuatan talud tersebut menggunakan pasir galian itu dicampur dengan pasir kali sebagian.

"Ia, sudah beberapa hari ini Katong (kami) pakai pasir itu tapi campur pasir hitam sedikit par (untuk) cor balok-balok itu," ungkapnya tanpa mau namanya disebut.

Sementara pengawas lapangan yang kesehariannya disapa Koko saat di konfirmasi saat itu juga mengaku untuk pengecoran boks tersebut baru satu hari itu.

Alasannya kalau menunggu  material yang dikirim dari Ambon pasti lama sehingga terpaksa harus menggunakan pasir yang ada.

Dia bahkan mohon maaf dan meminta untuk temuan media ini jangan dipublikasikan dan diselesaikan saja.

"Bu, memang Katong (kita) sudah salah tapi beta harap masalah ini sampai sini jua. Katong su baku kenal jadi nanti diselesaikan saja," ungkap Koko.

Terpisah, Konsultan Pengawas yang kesehariannya disapa Abang Noce melalu sambungan selulernya mengaku tidak tau kalau dalam pekerjaan itu ada digunakan pasir galian dari galian talud tersebut.

"Beta seng tau, tapi nanti beta coba hubungi Koko. Wah ini Beta seng ada baru dong pake pasir pantai itu," ucap Noce.

Sekedar untuk diketahui, proses pelelangan proyek konstruksi talud pengaman pantai di Desa Wangel diikuti oleh 23 perusahan yang bergerak di bidang konstruksi.

Selaku pemenang utama adalah  CV Dua Putri dengan nilai penawaran terkoreksi Rp5.051.751.000, Sementara Fa Tujuh Serangkai yang berkantor di Kompleks Pertokoan Mardika A.8 No.7 - Ambon masuk urutan dua dengan nilai penawaran terkoreksi Rp5.850,000.010.

Namun diduga ada permainan terselubung yang mengakibatkan Fa. Tujuh Serangkai yang ditunjuk sebagai pemenang tender proyek tersebut.



Sementara konsultan lapangan yang dihubungi dari Ambon via telepon mengatakan saat itu kondisinya hujan dan dia ada urusan keluarga, kemudian sore hari ada wartawan yang datang dan mengambil foto pasir lokal yang berdekatan atau tercampur karena saat itu ada pemerataan lokasi menggunakan alat berat.

Jadi ketika pekerja mengambil pasir yang sudah tercampur dengan pasir sungai yang didatangkan dari Pulau Ambon untuk pengecoran beton.

"Mungkin orang kerja yang sengaja atau tidak, tetapi selama saya mengawasi pekerjaan selalu menggunakan pasir sungai dari Ambon dan pekerjaannya sesuai bestek," ucapnya.

Proyek tahun 2020 dan sumberdananya dari APBN untuk pembangunan talud dengan penawaran lebih dari Rp5 miliar.

panjang talud 213 meter tetapi karena kemarin harus ada eksavator dua buah dan lokasi kerja jauh jadi cuma satu eksavator dan panjang 2016 meter, kontrak kerja dari Juli 2020.

Harusnya selesai 12 Desember 2020 tetapi kendala Covid-19 dan matrial terlambat tiba, hanya saja betonnya sudah siap dan sekarang tinggal pemasangan. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 4 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment