Jubir COVID-19 : Malra Masih Tetap Zona Hijau

By Redaksi 13 Jun 2020, 07:26:56 WIB Kesehatan
Jubir COVID-19 : Malra Masih Tetap Zona Hijau

Langgur, mu.com - Juru bicara Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dr. Katrinje Notanubun mengklarifikasi bahwa wilayah tersebut masih tetap berada di zona hijau penularan virus Covid-19, dan bukan zona kuning seperti dinyatakan oleh Gustu Nasional.

"Malra masih berada di zona hijau dan bukan zona kuning seperti yang disampaikan Gugus nasional bahwa Malra dan empat kabupaten/kota lain di Maluku termasuk dalam 136 kabupaten/kota yang masuk zona kuning (mempunyai resiko rendah terhadap Covid-19)," katanya.

Karena itu, dirinya mengimbau warga di kabupaten tersebut untuk tidak panik dengan informasi keliru tersebut.

Baca Lainnya :

Dia menyatakan, setelah menerima rilis dari Gustu Nasional, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Gustu Provinsi, Gustu Nasional serta pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tentang penetapan zona tersebut.

"Kami melakukan berbagai upaya untuk mengetahui bagaimana Gustu Nasional mendapatkan data, sehingga mengeluarkan pernyataan demikian. Kami berkoordinasi dengan Gustu Provinsi Maluku yakni kadis Kesehatan dan dari hasil koordinasi itu, diketahui bahwa Malra sudah bebas dari kasus Covid-19 termasuk orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP)," ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan pihak provinsi Maluku, pihaknya kemudian berkomunikasi dengan Juru Bicara Gustu Nasional yakni dr. Achmad Yurianto, tetapi beliau sedang rapat, sehingga diberi nomor kontak Ketua Tim Pakar Gustu Nasional Covid-19, Profesor Wiku.

KTP Maluku Tenggara 

 Berdasarkan hasil pembicaraan dr. Notanubun dengan Prof. Wiku, diketahui bahwa data yang diterima dari Kemenkes terdapat 1 kasus positif di provinsi Maluku Utara dan berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) milik pasien beralamat di kabupaten Maluku Tenggara.

Pihak Gustu Covid-19 Malra juga berkoordinasi dengan Direktur Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, di mana diperoleh data bahwa pasien terkonfirmasi kasus 178 di Maluku Utara memiliki KTP asal kabupaten Maluku Tenggara, sehingga pasien tersebut dimasukkan dalam data kasus di Malra.

"Dari keterangan pihak Kemenkes ternyata pasien kasus 178 di Maluku Utara memegang KTP Maluku Tenggara. Jadi walaupun dia saat ini di Maluku Utara tetapi dia memagang KTP domisili Malra," bebernya.

Sehingga, sesuai SOP dalam pengambilan spesimen (swab) atau PCR terhadap pasien dan hasilnya terkonfirmasi, maka pasiennya didata sesuai dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera di KTP.

"Jadi secara epidemologi pasiennya terdata di provinsi Maluku Utara, tetapi secara administrasi tercatat berada di kabupaten Maluku Tenggara. Kasus inilah yang membuat Maluku Tenggara masuk dalam zona kuning, padahal warga tersebut sudah lama bermukim di Maluku Utara," ujarnya.

Notanubun yang juga kadis Kesehatan Maluku Tenggara mengaku teah memiliki data hasil penelusuran jejak pasien ke-178 di Maluku Utara yang memiliki KTP Maluku Tenggara, di mana pasien tersebut telah lama bermukim di Maluku Utara serta merupakan kontak erat dari istri Walikota Tidore Kepulauan yang meninggal pada 31 Mei 2020 karena terpapar Covid-19.

"Karena merasa pernah kontak dengan almarhuman istri Walikota Tidore Kepulauan, maka saudari kita ini secara mandiri mendatangi rumah sakit untuk memeriksakan diri, dan setelah dilakukan swab ternyata hasilnya positif COVID-19," tandasnya.

Notanubun juga menyatakan, dirinya telah meminta klarifikasi Gustu Nasional, terutama pembaharuan data zona Covid-19, yang akan diupdate setiap minggu.

"Ketua Tim Pakar Gustu Nasional Profesor Wiku, telah berjanji untuk mengkarifikasi datanya di pusat yang diupdate setiap minggu berdasarkan data terbaru," katanya.

Karena itu, Notanubun mengimbau warga di Maluku tenggara tidak panik dengar data tersebut, mengingat sampai saat ini kabupaten tersebut telah dinyatakan bersih dari pandemi tersebut dan termasuk dalam zona hijau.

"Biar Gustu Nasional katakan Malra zona kuning, tapi bagi saya Malra tetap Hijau. Saya himbau kepada warga Malra untuk bersama-sama saling menjaga. mengingat saat penerapan tatanan New Normal, maka masyarakat diwajibkan tetap jaga jarak, pakai masker dan rajijn cuci tangan dengan sabun untuk membentengi diri  dari penularan Covid-19," pungkasnya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment