- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Jawab Arahan Presiden, Walikota Ambon: Ambon City of Music Adalah Branding Kota Ambon

Makassar, MalukuUpdate.com- Presiden RI, Joko Widodo dalam arahan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro saat pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023 di Upper Hill- Kota Makasa pada Rabu (12/07/2023), mengatakan bahwa setiap kota di Indonesia harus memiliki sebuah branding.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena katakan, Kota Ambon telah memiliki branding, yaitu Ambon City of Music.
Terkait adanya branding Ambon sebagai Kota ikan dan Ambon sebagai Kota perdamaian, Pj Wali Kota katakan, sepertinya branding satu kota itu tidak bisa banyak.
Baca Lainnya :
- Gubernur Maluku Berikan Penghargaan Adiwiyata kepada 8 sekolah Peduli Lingkungan0
- Pj Wali Kota Ambon Hadiri Gala Dinner APEKSI 20230
- Kota Ambon Siap Sukseskan Rakernas XVI APEKSI 20230
- Tekan Pelanggaran Lalin, Polres SBB Siap Gelar Operasi Patuh Salawaku0
- Lanal Aru Gelar Syukuran 30 Tahun Operasional0
" Bahwa kita sebagai Ambon City of Music, Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace, tapi kita kemukakan, kita dahulukan Ambon City of music. Karena Ambon City of music ini sebagai prioritas. Nanti Ambon City of Fish dan Ambon City of Peace itu bagian daripada hal yang berkembang seiring dengan berkembangnya Ambon City of music,"tandasnya.
Menurutnya, untuk kesiapan yang selama ini Pemerintah Kota Ambon sudah lakukan memang membuat branding menjadi hal yang membudaya di masyarakat. Hal itu tidak gampang.
"Tapi minimal hari ini kita saksikan bahwa sudah hampir 6000 anak-anak bermain jukulele. Lalu kemudian ada spot-spot yang kita siapkan, kita supaya ketika orang datang, orang akan katakan, oh benar ini Ambon City music,"bebernya.
Penjabat juga jelaskan tentang kegiatan yang dibuat tiap bulan, yaitu Harmoni Sudut Kota, yang dibuat di Pattimura Park. Itu bagian dari kurikulum musik pada 10 sekolah pilothing di Kota Ambon.
"Itu bagian yang sementara kita upayakan untuk mendudukkan dasar-dasar Ambon City of Music ini.
Ini merupakan indikator untuk tetap mempertahankan Ambon City of music dari UNESCO dan saya rasa selama kita bisa mempertahankan, kita tetap mempertahankan. Saya rasa kalau dengan apa yang kita lakukan hari ini tidak mungkin branding itu hilang dari kita,"tegasnya.
Oleh karena itu, Wattimena mengajak semua warga Kota Ambon untuk tunjukkan ini bahwa memang orang Ambon itu DNA-nya adalah musik. Musik bahkan menjadi bagian daripada kehidupan masyarakat kota Ambon, karena musik ini berkaitan dengan kreativitas ekonomi.
"Makanya saya bilang, Kota Ambon hari ini sementara berupaya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik. UMKM muncul tapi di situ ada musik. Pariwisata muncul, di situ ada musik. Itulah ekonomi kreatif atau kota kreatif berbasis musik,"tutupnya.
Terkait isu strategis, yang dibawa dalam Rakernas XVI APEKSI 2023 ini, Wattimena jelaskan, isu strategis yang akan diperjuangkan pada Rakernas XVI APEKSI ini sudah dilakukan pada Komisariat Wilayah VI
"Jadi kehadiran saya beberapa waktu lalu di Jayapura untuk mengikuti rapat kerja Komisariat Wilayah VI. Disana kita sudah merumuskan saran, masukan, usulan yang akan kita sampaikan dalam Rakernas XVI APEKSI ini.
Karena itu, lewat ketua Komwil sementara dilakukan pleno hari ini,"jelasnya usai pembukaan Rakernas XVI APEKSI 2023, Rabu (12/07/2023) di Upper Hill Makassar.
Wattimena menjelaskan, isu strategis yang diangkat dari Komwil VI yaitu Sulampua (Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua), adalah soal bagaimana bicara pemerataan pembangunan.
"Karena jujur saja bahwa ketimpangan pembangunan antara wilayah barat, tengah dan timur ini masih sangat terasa. Tetapi yang pasti kami semua bersepakat bahwa kita tetap memperjuangkan otonomi daerah. Otonomi daerah tetap menjadi hal prinsip, karena otonomi daerah itulah yang membuat kemandirian daerah dan menciptakan pembangunan yang didasarkan pada karakteristik wilayah masing-masing,"tandasnya.
Terkait dengan isu Provinsi Kepulauan Wattimena akui sudah menyampaikan hal inl pada saat rapat kerja Komwil VI. Saat itu dirinya berharap APEKSI memperjuangkan daerah kepulauan.
"Memang tidak semua anggota APEKSI adalah daerah kepulauan. Tetapi sebagai bagian dari APEKSI, kami banyak yang masuk dalam kategori daerah kepulauan yang mesti mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Pusat.
Saya sudah sampaikan dan saya minta itu dimasukkan dalam salah satu rekomendasi daripada Komwil VI kepada Rakernas XVI APEKSI. Soal nanti di akomodir atau tidak, tapi minimal kami menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan kita dari daerah kepulauan yang selama ini tentang Undang-Undang Daerah Kepulauan yang sementara dijalankan,"pungkasnya.
Dia berharap dengan rencana kehadiran tiga calon pemimpin masa depan, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anis Baswedan dalam Rakernas XVI APEKSI 2023 ini, mudah-mudahan dirinya diberikan kesempatan untuk bicara soal Provinsi Kepulauan.
Selain itu, Penjabat tegaskan Komwil VI terus berjuang untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045, melalui membangun generasi muda bangsa yang ada pada kota masing-masing.
"Kita juga membangun kolaborasi antara kota sehingga bisa saling mengisi. Apa kekurangan-kekurangan kita pada kota, misalnya di Kota Ambon, bisa kita replikasi hal-hal positif yang sudah dilakukan pada kota-kota yang lain di Indonesia,"ungkapnya.
Dirinya ungkapkan, tadi penjelasan bahwa kota memegang peran penting. Ini membuatnya merasa senang karena di APEKSI ini tidak hanya datang dan sekedar menghadiri, tapi ada hal-hal positif yang didapatkan, misalnya soal Indonesia City Expo yang dilakukan ini.
"Untuk Indonesia City Expo ini, Kota Ambon menampilkan ciri khas kita. Jadi stan yang dibuat disiapkan untuk mempromosikan Ambon City of Music dan itu sangat luar biasa. Apalagi respon dari pengunjung sangat luar biasa. Kita berharap bahwa lewat momentum ini minimal Kota Ambon dikenal dan Ambon City of Music itu betul-betul menjadi ikon kita, yang kita jual kepada kota-kota yang lain di Indonesia. Apalagi
Pak Presiden minta masing-masing kota punya brandingnya, kita sudah punya branding. Sekarang bagaimana membangun supaya branding ini bukan hanya sekedar pengakuan Tetapi dia mesti menjadi jiwa hidup kita sebagai masyarakat kota Ambon,"tandasnya.
Target mengikuti Indonesi City Expo ini juga untuk menarik investor. Dengan demikian Kota Ambon memamerkan apa yang dipunyai.
"Produk-produk UMKM yang kita bawa ini bagian daripada upaya kita untuk membuka jejaring. Kalau misalnya Disperindag Kota Ambon bisa berkolaborasi dengan Indag Cilegon dan sebagainya dalam upaya kita membantu UMKM untuk memasarkan produk mereka, saya rasa ini peluang besar bagi kita,"tuturnya.(**)











