- Teguhkan Komitmen, Seluruh Pegawai Rutan Ambon Tandatangani Ikrar ZERO HALINAR
- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Ibu Rumah Tangga Di Aru Diduga Tewas Gantung Diri

Dobo,malukuupdate.com - Seorang ibu rumah tangga berinisal WA dengan alamat belakang Kantor KUA, Jl. Ali Moertopo, Kelurahan Siwalima, RT/RW 005/003 Kecamatan Pulau - pulau Aru kabupaten kepulauan Aru nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.
Dirham Makasar (45) adalah tetangga kos korban menjelaskan awalnya dia mendengar anak korban sedang menangis dengan suara keras sambil memanggil ibunya namun tak ada balasan satu kata pun dari ibunya.
Baca Lainnya :
- BPN Tanam Patok Batas Wilayah Kariu Dengan Pelauw0
- Ikut Bisnis Tambang Emas Tradional Ilegal Tagop Terima Setoran Ratusan Juta Rupiah Dari Sofyan0
- Warga Tanimbar Ramaikan Penjemputan Presiden Joko Widodo 0
- Presiden Jokowi tiba di Tanimbar, Ini Agenda Kerjanya 0
- Sangkala Minta Pemda Berhitung Cermat Dalam Kenaikan BBM Subsidi0
Jelang beberapa menit kemudian Dirham menelpon suami korban Lukman (40) yang diketahui merupakan salah satu Guru kontrak agama Islam di SD Al - Hilal Dobo untuk menanyakan keberadaan korban.
Selanjutnya meminta suami korban untuk segera kembali ke kos - kosan karena anaknya terus menangis.
Namun suami korban agak lama maka saya menemui tetangga kos yang lain untuk memaksa membuka pintu kamar kos korban dan ketika pintu terbuka terlihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan sutas tali warna biru yang terikat pada leher korban.
Tak lama beberapa menit suami Korban tiba di Kos-Kosan kemudian suaminya langsung mengangkat korban bersama tetangga sekitarnya untuk melepaskan tali dari leher korban.
Kata Lukman suami korban, menjelaskan bahwa dirinya dan korban adalah lstri tidak ada masalah apapun dalam rumah tangga.
Namun pada tanggal 28 Agustus kemarin korban sempat meminta ijin untuk pulang ke sulawesi.
Tetapi pada saat itu bertepatan dengan pengurusan berkas saya untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga saya tidak mengijinkannya korban untuk pergi ke Sulawesi untuk menemui keluarganya.
Sehingga mungkin hal inilah yang mengakibatkan dia tak terimah dan mengakhiri hidupnya dengan cara mengganting diri.
Saat kejadian tersebut, Lukman tidak berada di tempat kejadian karena saat itu dia sedang berada di sekolah, semntara korban bersama anaknya di dalam kamar kos.
Tak lama personil SPKT l Polres Kepulauan mendapat laporan langsung mendatangi TKP dan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penanganan pada TKP. (*)











