- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
Batu Adat Desa Alusi Bukjalim Roboh Akibat Ulah Sopir Camat

Saumlaki,maluku update.com - Masyarakat bersama para tetua adat Desa Alusi, Bukjalim Kecamatan Kormomolin merasa kecewa akibat batu adatnya rusak berat ditabrak supir Camat.
Pasalnya batu adat tersebut merupakan kekuatan negeri dalam pelaksanaan ritual adat dan dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat.
Hal itu diungkapkan Wensislaus Batlayeri ketua adat Desa Alusi Bukjalim Kepada di Saumlaki kemarin.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri7
- Pengawas Kebersihan Kota Tual Apresiasi Kinerja Wali Kota0
- Polres Aru Gelar Apel Operasi Yustisia0
- Camat Diharapkan Jaga Kamtibmas Saat Pilkades0
- Akibat Pandemi Covid-19, Belum Dipastikan Pelaksanaan MTQ Di Kepulayan Tanimbar0
Ulah supir Camat Kormomolin ini dilakukan ketika ada acara serahterima jabatan kepala desa Bukjalim.
Batlayeri menyatakan, masyarakat desa Alusi Bukjalim memiliki budaya lokal yang perlu dipertahankan dan tidak dapat dikesampingkan begitu saja.
Di desa itu terdapat tiga batu tungku yang sangat kuat dan perlu di pertahankan yaitu agama, pemerintah, dan adat.
Ini wajib bekerja sama untuk mewujudkan tujuan pembangunan di desa, namun dirinya sebagai tokoh adat di desa bersama seluruh warga sangat kecewa karena sedang mengalami musibah besar.
Penyebabnya adalah Batu adat (VIS) ditengah natir yang merupakan kekuatan dan napas negeri kami roboh dan hingga sekarang belum dikembalikan.
"Batu adat (VIS) inikan milik negeri kami yang sudah roboh karena ulah sopir Camat Kormomolin yang menabrak dengan mobil, karena itu katong minta kepada Bapak Camat Kormomolin supaya bisa perbaiki," pinta Batlayeri.
Yang pertama, Camat harus siapkan babi hidup, menyiapkan mas supaya mereka dirikan kembali batunya karena ini kekuatan kampung, jadi kalau batu adat ini tidak berdiri kokoh berarti negeri ini tidak kuat.
Camat sendiri sudah datang ke tua-tua adat dan berjanji untuk segera bangun tetapi sampai sekarang belum ada realisasi.
Camat Kormomolin Frangklin Lambiombir, S.Sos mengakui bahwa hal tersebut memang benar terjadi karena ulah sopirnya saat mau parkir mobil di halaman natir das Desa Alusi Bukjalim.
Akibat tidak hati-hati sehingga mobil tersebut menabrak batu adat (Vis) milik negeri.
Sudah ada kebijakan untuk nantinya diperbaiki namun saat ini terkendala dengan anggaran disaat pandemi Covid-19 masih ada.
Camat menyadari bahwa kesalahan sopirnya menjadi tanggungjawab pemerintah kecamatan karena itu pihaknya akan segerah berkoordinasi ulang dengan tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat agar batu adat milik Desa Alusi Bukjalim diperbaiki kembali apabila anggarannya sudah tersedia. (AM)











