- Wakili DPRD Se-Indonesia, Ketua DPRD Maluku Beri Sambutan Dalam Acara Ramah Tamah Retret di Magelang
- Berbagi Kasih, Rutan Ambon Salurkan Bantuan untuk Keluarga Warga Binaan
- Gelar Razia di Rutan Ambon, Plt Karutan : Hasilnya Seluruh Tahanan Nihil dari Narkoba dan HP
- Jaga Stabilitas Kamtib di Rutan, Plt Karutan Ambon Tingkatkan Pengawasan Wartelus
- Majelis Taklim AL Musyawarah Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Bagi - Bagi Takjil ke Masyarakat
- Farhatun Samal Resmi Jabat Sekwan Defenitif DPRD Maluku
- Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polsek Waisarissa Gelar Kegiatan Panen Daya Jagung di Des
- Fraksi PAN Amanat Persatuan Minta Pinjaman Daerah Harus Adil dan Merata
- Irawadi Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
- Sekretaris DPRD Maluku Resmi Dikukuhkan Jabat Wakil Ketua I ASDEPSI
26 pegawai Balai POM Ambon terpapar COVID-19

Ambon, malukuupdate.com,-Sebanyak 26 oramng pegawai kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 dan telah menjalani karantina.

"Total 26 orang pegawai termasuk kepala Balai POM Ambon Hariani positif terinfeksi COVID-19. Mereka telah dikarantina untuk menjalani proses penyembuhan," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 provinsi Maluku, Kasrul Selang, di Ambon, Rabu.
Baca Lainnya :
- Kadin Maluku bantu penanganan COVID-190
- Gubernur Murad Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi0
- Kapolda Tinjau Pos Pengamanan Gunung Botak Namlea, 0
- Pemkab KKT Sumbang empat Sapi Jelang Idul Adha0
- Inpex Salurkan Bansos Untuk Empat Desa di Tanimbar Selatan 0
Para pegawai Balai POM dikarantina di asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku di Desa Wailela, kecamatan Teluk Ambon, sedangkan Kepala balai POM Hariani dikarantina di rumah dinasnya.
Kasrul yang juga Sekda Maluku mengaku, saat ini pelayanan di Balai POM terus berjalan, tetapi dikhususkan untuk melayani pengujian pemeriksaan sampel swap yang dikirim dari berbagai daerah penyebaran COVID-19 di Maluku.
"11 tenaga analis yang bekerja di ruang infeksius itu tidak terpapar COVID-19. Jadi mereka tetap bekerja menguji sampel swap dari pasien baru yang dikirim dari berbagai daerah," katanya.
Sedangkan pelayanan lainnya di Balai POM Ambon ditutup untuk sementara waktu guna dilakukan disinfeksi terhadap seluruh ruangan di kantor tersebut.
Kasrul mensinyalir para pegawai kantor tersebut terpapar dari luar mengingat penyebaran COVID-19 di Kota Ambon sudah pada tataran komunitas, dan seluruh ruangan kantor diinfeksi secara rutin.
"Kemungkinan mereka terpapar dari luar. Tetapi hasilnya akan diketahui setelah pelacakan dan penelusuran kontak erat selesai dilakukan petugas medis," ujarnya.
Sehubungan dengan itu Kasrul mengimbau warga di ibu kota provinsi Maluku itu untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas, serta mematuhi protokol kesehatan baik mengunakan masker, rutin mencuci tangan serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat umum.
"Apalagi saat ini pasien yang positif terpapar COVID-19 adalah tanpa gejala, sehingga lebih rentan menulari orang lain. Ketaatan terhadap protokol kesehatan menjadi satu-satunya cara agar terhindar dari pandemi ini," katanya.
Data GTPP COVID-19 provinsi Maluku hingga Rabu (29/7) tercatat 1.069 orang di tujuh dari 11 kabupaten Kota di provinsi Maluku terkonfirmasi positif pandemi tersebut, di mana 697 orang dinyatakan sembuh, 22 meninggal serta sisanya 350 orang dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.
Jumlah pasien positif yang tengah menjalani perawatan terbanyak di Kota Ambon yakni 263 orang, disusul Kabupaten Maluku Tengah (28 kasus), Kota Tual (20 kasus), Maluku Tenggara (17 kasus), Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 15 kasus, Seram Bagian Barat (empat kasus) dan kabupaten Buru tiga kasus.











