2 Tenaga Medis di MBD Terkonfirmasi Positif Covid-19

By Redaksi 23 Jun 2020, 16:14:03 WIB Kesehatan
2 Tenaga Medis di MBD Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tiakur - malukuupdate. com, Dua tenaga medis di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berdasarkan hasil Swap / PCR yang dilakukan pada 16 Juni kemarin, dinyatakan positif Covid-19.

Kedua Tim Medis Gugus Tugas tersebut adalah yang bertugas menangani tiga orang tanpa gejala OTG di lokasi karantina.  

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekda MBD, Alfonsius Saimiloy yang merupakan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten MBD,  di aula kantor Bupati, Senin (22/06/2020).

Baca Lainnya :

Menurutnya, selain memiliki status Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan hasil swap/PCR positif, justru mengakibatkan dampak yang kurang baik terhadap penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Dimana tiga warga yang merupakan pelaku perjalanan bulan Mei lalu yang saat ini masih diisolasi secara terpusat di  Perumahan Dokter  hingga kini tidak menunjukan adanya gejala terkonfirmasi Virus korona, justru secara langsung menularkan Virus tersebut ke Anggota Tim Medis Gugus Tugas MBD.

Dirinya menjelaskan, pengambilan sampel kepada Tim Medis yang berkontak langsung dengan pasien karantina dilakukan berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Nomor 443.32/2831.B/ Dinkes. Karena itu, bagi ketujuh tim medis yang menangani peserta isolasi berdasarkan hasil Swap/PCR yang baru diterima Tim Gustu MBD didapati dua tenaga medis denga inisial J.A.S (27) dan J.W (25) terkonfirmasi Positif Corona serta ketiga OTG terdahulu pun belum menunjukan adanya perubahan status, karena itu saat ini jumlah terkonfirmasi di Kabupaten MBD khususnya Kota Tiakur berjumlah Lima orang dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) dan menempatkan MBD pada status wilayah berzona kuning. 

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Tim Medis Gustu MBD. dr Jimmy Sindahanis, mengungkapkan, pihak medis akan melakukan evaluasi kembali terhadap protokoler penangan kesehatan bagi warga terkonfirmasi. 

Oleh karena sejauh ini, seluruh tim medis yang bertugas menangani langsung warga yang berstatus OTG dilakukan secara terpisah serta dilengkapi dengan APD yang sesuai. 

"Kita akan melakukan evaluasi terhadap anggota Tim Medis yang  menangani  warga terkonfirmasi di lokasi karantina. karena saat ini, kita telah melakukan penanganan yang sesuai dengan protokoler Covid-19, namun dengan adanya penyebaran virus yang kemudian mengakibatkan penambahan jumlah terkonfirmasi maka tidak dapat dipungkiri kemungkinan ketidaksesuaian baik dari kondisi kesehatan atau stamina dari anggota tim medis itu sendiri atau pengaruh lingkungan  pada lokasi penanganan khusus dengan menugaskan tujuh tim medis.  Dan memang tim medis telah dilengkapi APD tetapi frekuensi virusnya juga mempengaruhi , juga daya tahan tubuh dan faktor lingkungan tempat karantina atau isolasi terpusat yang disediakan Pemerintah Daerah,"  ungkap Jimmy.

Ia menambah, saat ini dengan tidak adanya perubahan status pada ketiga OTG tersebut maka, penanganan warga terkonfirmasi masih akan tetap dilakuan secara terpusat. 

"Seluruh OTG nantinya akan tetap ditangani secara terpusat bukan diisolasi mandiri. Mengingat faktor psikologi masyarakat dapat mempengaruhi penyebarluasan Pandemi covid-19 di MBD," jelasnya.(JW)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment